Tuesday, 18 March 2014

F.A.Q Postcrossing


“send a postcard and receive a postcard back from a random person somewhere in the world!”

Apa itu POSTCROSSING?
Postcrossing adalah sebuah tempat yang angotanya untuk saling bertukar kartu pos dengan orang-orang di seluruh dunia. Di postcrossing, kita menerima kartu pos secara acak. Konsepnya adalah, kamu mengirim 1 kartu pos ke orang lain dan kamu akan dapat 1 kartu pos dari orang lain. Kamu ngirim 2 kartu pos, ya dapat 2. Ngirim 3 dapat 3. Begitu seterusnya.



Bagaimana cara mendapatkan kartu pos dari Postcrossing?
Yang jelas, kita harus punya akun di postcrossing terlebih dahulu. Kalau belum punya, DAFTAR!

Buka website Postcrossing.com => klik Sign Up. Isi form tersebut selengkap-lengkapnya. Terutama untuk "Full Address".  Oh ya, tulis alamatnya pakai bahasa Indonesia aja ya. Misalnya, Jl. WR Supratman, ya tulis aja Jl. WR Supratman. Gak usah WR Supratman Street.

Setelah semua di isi, klik Sign me up. Dan TARA! Kamu sudah punya akun di Postcrossing.Com!


Hurray! Terus, selanjutnya gimana?
Nah sekarang inilah saatnya kamu mengirimkan kartu pos ke luar negeri. *Hah, luar negeri?* Iya, karena postcrossing ini kan sifatnya internasional. Tenang aja, tarif berkirim kartu pos ke luar negeri lumayan murah kok. Karena kita ngirimnya pake prangko!

Asia Tenggara = Rp. 5000
Asia (selain Asia Tenggara) = Rp. 6000
Afrika = Rp. 8000
Eropa = Rp. 9000
Amerika = Rp. 10.000

Tarif di atas adalah tarif resmi dari PT Pos Indonesia. Tapi kalau aku sendiri sih, ke Asia, Afrika, Eropa pake prangko 5000 sedangkan Amerika 7500. Dan tetep sampe :D


Oke oke.. sebagai warga negara yang baik, aku bakalan ngikut tarif resmi. Terus selanjutnya apa?
Nah, sekarang saatnya kamu siapkan kartu pos dan pulpen, karena kita akan "meminta" alamat.
Pertama, pastikan kamu sudah login di akun postcrossingmu. Lalu, klik Send a postcard yang terdapat di sebelah kiri website. Setelah muncul halaman seperti screenshot di bawah, kasih tanda centang pada I’ve read the above notes and want to receive an address to where I’ll send a postcard. Setelah itu, klik Request Address.


Setelah kamu klik Request Address maka akan muncul postcard ID dan alamat postcrosser yang harus kamu kirimi kartu pos. Lihat screenshot di bawah. Ini maksudnya, saya harus mengirimkan kartu pos untuk Lugovaja di Belarus, dengan postcard IDnya ID-87590.

INGAT UNTUK SELALU MENULIS POSTCARD ID !

Postcard ID ini sangat penting. Karena dengan ID inilah, si penerima kartu posmu akan "me-register" kartu posmu ketika sudah dampai di tangannya.
Nah, jika  kartu pos kita sudah di register, maka kita akan mendapatkan kartu pos dari orang lain.
Jika belum di register? Ya belum dapat kartu pos.



Habis minta alamat, terus ngapain? Langsung ngirim kartu posnya?
Alangkah lebih baik jika kamu membuka profil si calon penerima kartu posmu. Dalam hal ini, saya membuka profilnya si Lugovaja.
Biasanya, para postcrossers, menuliskan wishlist atau daftar keinginan mengenai kartu pos yang ingin diterima. Usahakan menuruti keinginan si penerima, agar dia senang.


Selanjutnya adalah memilih kartu pos yang hendak di kirim. Tulis pesanmu dan jangan lupa tulis postcard ID dan alamat penerima seperti yang tercantum di website. Jika sudah, tempelkan prangko secukupnya dan datang ken kantor pos untuk mengeposkan kartu pos tersebut :)


Berapa lama kartu pos akan sampai?
Kalau pakai prangko, biasanya sih butuh waktu 2-4 minggu. Seringnya malah lebih dari 4 minggu! Malah ada yang setahun gak sampe-sampe.
Nah, inilah keasyikannya ber-postcrossing. Kita jadi ngerasa deg-degan. "Duh sampai nggak ya?" "Si penerima suka nggak ya?" "Apa kartu posku kesasar?".

Berbeda kalau kita ngirim kartu pos itu pakai pos tercatat alias Registered Mail atau EMS. Kartu pos akan sampai dalam waktu cepat. Tentu saja pos tercatat ini biayanya lebih mahal.

Taunya kartu pos udah sampai bagaimana?
Seperti yang kubilang di atas. Dengan postcard ID, si penerima akan meregister kartu posmu. Ketika si penerima meregister kartu posmu, kamu akan dapat pemberitahuan via email.


Aku sendiri ikutan postcrossing karena aku dari dulu emang suka sama benda-benda filateli, seperti prangko. Sejak kecil aku juga udah sering ke kantor pos sendirian, karena waktu itu, aku sering ikutan kuis di majalah, yang ngirimnya itu pakai kartu pos.

Menurutku, dengan berkirim kartu pos, kita juga menjadi duta bangsa. Dengan kartu pos yang kita kirim (apalagi jika kartu pos itu menampilkan keindahan Indonesia), kita turut memperkenalkan budaya Indonesia. Siapa tahu, dengan kartu pos kita, orang luar jadi tertarik buat berkunjung ke Indonesia.

Dengan kartu pos pula, kita bisa mengenal budaya negara lain. Kartu pos membuka wawasan kita tentang negera-negara di dunia. Kita juga bisa mendapatkan teman dari seluruh dunia.

Bagaimana? Tertarik untuk bergabung di postcrossing?

No comments: