Monday, 8 July 2013

Batik Cap

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Peralatan yang digunakan untuk membatik cap :

a. Canting cap
Konstruksi canting cap :

Keterangan :
1. Permukaan/penampang canting cap (tembaga)
2. Penahan permukaan canting cap
3. Konstruksi penguat (besi)
4. Gagang canting cap
5. Kayu pegangan canting cap

b. Kompor/pemanas
c. Ender wajan yang berbentuk datar/ceper
d. Meja cap

Terdiri dari :
1. Plastik kaca yang selalu dibasahi dengan air
2. Busa yang di basahi dengan air
3. Meja dari kayu


Cara kerja membatik cap :
a. Siapkan bahan dan alat
b. Lelehkan malam dalam ender dengn kompor
c. Setelah meleleh, masukkan beberapa lembar kain diatas malam yang berfungsi sebagai bantalan
d. Letakkan canting cap diatas bantalan
e. Angkat canting (canting telah terolesi malam)
f. Lalu stempelkan pada kain

Thank's for reading and, bye for now! :D
Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Sunday, 7 July 2013

Kampoeng Batik Pesindon

Assalamu'alaikum Wr. Wb.


Kampung Pesindon ini adalah sebuah Perdukuhan yang wilayahnya berada di Kelurahan Kergon. Melalui kerjasama antara masyarakat yang tergabung dalam Paguyuban Pecinta Batik Pesindon dan Pemkot Pekalongan lahirlah Kampoeng Wisata Batik Pesindon yang tidak hanya menyediakan beragam jenis batik namun juga memotret langsung ke jantung produksi. Pengunjung juga bisa menyaksikan bagaimana batik dicipta. Penciptaan batik akan bisa mendapatkan benefit lebih. Bukan hanya batik dengan kualitas karya seni tinggi namun juga pendidikan membatik dan pengetahuan sosio kultural pembatik Pekalongan.
Saat memasuki Kampoeng batik, para pembatik sudah akan disambut oleh Gapura Selamat Datang dan denah lokasi sebagai simbol penyembutan dan kesiapan warga Pesindon untuk memberikan yang terbaik. Ada empat unit  gapura dan lima mulut gang untuk menuju ke Kampoeng Pesindon.
Selain itu, di setiap gang yang mengarah ke salah satu pengrajin batik juga diberikan tanda petunjuk arah nama-nama dari pengrajin batik di kampung pesindon ini. Jadi bagi Anda yang sudah mempunyai langganan batik dari kampung batik pesindon, jika melewati pekalongan bisa mampir ke kampung batik ini, karena tempatnya terlewati oleh jalur pantura.
Sebanyak 33 showroom dan produsen batik akan memanjakan pengunjung. Tiap showroom akan dilengkapi dengan tempat istirahat dan singgah bagi para tamu yang menjamin kenyamanan dibandingkan belanja di toko pada umumnya.Pengunjung juga bisa langsung menuju ke rumah-rumah produksi batik bahkan langsung ke dapur produksi.
Di kampung Batik juga dilengkapi Kantor Sekretariat, tele center atau sarana internet yang tidak hanya difungsikan sebagai pusat promosi dan komunikasi warga namun juga media untuk memudahkan transaksi hingga ke manca negara, tempat ibadah, area parkir, dan becak batik sebagai sarana transportasi bagi pengunjung yang ingin jalan-jalan menikmati suasana Kampoeng Pesindon. sumber

Thank's for reading and, bye for now! :D
Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Kampoeng Batik Kauman

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Kampoeng Batik Kauman merupakan salah satu sentra kerajinan batik di Pekalongan yang diharapkan menjadi icon Kota Pekalongan sebagi Kota Batik. Secara sosial, budaya dan ekonomi kemasyarakatan, Kelurahan Kauman memang salah satu Kelurahan di Pekalongan yang memiliki banyak pengusaha dan pengerajin batik yang terkenal baik nasional mapun terkenal sacara internasional. Kehadiran wisatawan lokal dan asing di Kelurahan Kauman sudah sejak lama mewarnai keseharian Kelurahan tersebut. Keberadaan Kelurahan Kauman di tengah – tengah Kota Pekalongan strategis dari akses pusat ekonomi ( pasar ), perhotelan dan kantor pemerintahan kota juga merupakan salah satu faktor pendukung Kelurahan Kauman dijadikan Kampung Batik sebagai icon Kota Pekalongan.
Kelurahan Kauman sendiri sudah memasuki generasi ke 3 dari kegiatan ekonomi dan kerajinan batik. Hal ini ditandai dengan banyak pengerajin dan pengusaha batik muda di Kelurahan Kauman. Selain itu Batik Kauman mempunyai ciri khas yang tidak dimilki oleh beberapa daerah di Pekalongan dan sekitarnya.
Dari generasi pertama hingga generasi ke tiga sekarang ini, kegiatan sosial, ekonomi dan kebudayaan perbatikan di Kelurahan Kauman pada khususnya dan Kota Pekalongan pada umum masih dikelola dengan sistem kekeluargaan dan tradisional, walaupun sebagian sudah mulai memanfatkan manajemen dan teknologi modern. sumber

Thank's for reading and, bye for now! :D
Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Friday, 5 July 2013

Batik TV Ajib!

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
 
Masyarakat kota Pekalongan patut berbangga hati, pasalnya kota batik telah memiliki televisi lokal bernama Batik TV yang memiliki jangkauan siaran mencapai 60 km. Batik TV diluncurkan pertama kali pada tanggal 1 April 2011 dan memiliki motto "Batik TV Ajib".

Dengan adanya BATIK TV diharapkan akan bisa menghidupkan ciri khas lokal daerah Pekalongan pada khususnya. Untuk soal pengisian konten acara, Batik TV bekerjasama dengan Satuan Kerja Pemerintah Daerah dan Universitas Gunadarma. Sedangkan untuk konten pendidikan akan bekerja sama dengan Pustekkom (Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi).

Pada awalnya Batik TV menempati Chanel 45 UHF. Namun, pada Jumat, 5 Oktober 2012 lalu, televisi kebanggaan masyarakat Pekalongan, berpindah chanel menjadi chanel 57 UHF.  Karenanya bagi warga yang ingin menyaksikan sajian berita seputar Pekalongan bisa memindahkan chanelnya.

Menurut Kabag Humas Direktur Utama Batik TV Supriyadi SH Mpd, perpindahan chanel itu dilakukan setelah ijin sementara siaran turun dari Kementrian Kominfo turun. “Sementara Batik TV bisa disaksikan di chanel 57 UHF 759,25 MHz, atau sama dengan chanel yang dipakai Trans TV pemancar Tegal,” tandasnya.

Ia juga meminta maaf kepada warga yang chanel televisinya terganggu karena mengudaranya Batik TV chanel 57 UHF. Terkait jam siaran, saat ini BatikTV memulainya dari jam 10 pagi sampai 17 00 atau jam 5 sore. (dari berbagi sumber)

Thank's for reading and, bye for now! :D
Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Thursday, 4 July 2013

Wisata Olah Raga

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Wisata olah raga adalah kegiatan wisata yang dilakukan dengan melakukan aktivitas olah raga yang menyenangkan, umumnya dilakukan di kawasan obyek wisata. Wisata olah raga merupakan salah satu jenis kegiatan wisata yang perkembangannya cukup pesat di negara kita, khususnya di kawasan obyek wisata pantai ternama semisal Bali, Lombok dan Anyer. Jenis kegiatan wisata yang masuk dalam kategori kegiatan wisata olah raga misalnya; Arung Jeram, Paralayang, Ski air, Memancing, renang, bilyard, golf dan lain-lain. Jenis wisata olah raga yang ada di Kota Pekalongan masih sangat terbatas.
Hal ini berkaitan dengan kondisi kepariwisataan di Kota Pekalongan yang belum digarap secara maksimal. Sektor pariwisata masih belum menjadi andalan pemasukan pendapatan daerah. Di dua obyek wisata pantainya belum tersedia faslitas olah raga pantai yang memadai. Jenis wisata olah raga yang  dapat dilakukan di wilayah Kota Pekalongan adalah renang, billiard, jogging dan memancing. Di Kota Pekalongan terdapat 2 kolam renang yaitu; kolam renang Tirta Sari di jalan Perintis Kemerdekaan dan Kolam Renang Hotel Nirwana di jalan Dr. Wahidin. Tempat billiard terdapat di Jalan Gajah Mada dan Jalan KHM Mansyur. Wisatawan dapat melakukan jogging atau jalan sehat dan memancing di kawasan obyek wisata Pantai Pasir Kencana dan Pantai Slamaran Indah.

Thank's for reading and, bye for now! :D
Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Warung Soto Tjarlam

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Setiap daerah pastilah memiliki makanan atau kuliner yang khas. Yang seringkali menjadi 'klangenan' bagi warganya yang berada jauh dari kota kelahiran. Demikian juga Pekalongan. Sebagai daerah yang punya sejarah panjang, Pekalongan juga memiliki aneka macam kuliner yang khas. Selain Megono yang sudah 'melegenda' dan nyaris tak bisa dipisahkan dengan denyut nadi warga Kota Batik juga ada tauto.
Masakan ini lezat nian jika dimakan sebagai teman nasi atau lontong.  Namun tak sedikit penggemar beratnya yang memakanya langsung sebagai mana layaknya bakso.Bagi warga yang lama tinggal di luar kota. sebagai 'balas dendam'nya sekali makan tak cukup satu mangkok.
Banyak orang menyamakan Tauto Pekalongan dengan soto. Padahal keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Baik dari bumbu maupun rasa. Soto pada umumnya bisa ditemukan dibanyak daerah. Namun Tauto Pekalongan memiliki bumbu 'khas' yang tak ada dalam soto yakni tauco. Barangkali karena bumbu khasnya itulah dinamakan tauto. Gabungan dari tauco dan soto.
Tak ada yang tahu pasti 'kapan' masakan berbahan dasar daging kerbau atau sapi mulai ada. Namun  salah seorang pedagang Tauto di Pasar Senggol, Pekalongan Timur  yakni Amat Tjarlam menuturkan Soto 'Tjarlam' yang menjadi tempatnya mencari nafkah ini sudah berdiri sejak tahun 1960 an. Saat itu warung soto Tjarlam berdiri disalah satu sudut Alun-alun Pekalongan yang berada di depan masjid jam'i Kauman masih berupa terminal bus kecil."Namun ketika terminal itu dibongkar kamipun bergeser ke pasar Senggol," kata Amat yang mengaku sudah ikut berjualan dengan sang ayah sejak tahun 1971.
Sejak tahu 1981, 'tongkat estafet' warung tauto itu diberikan kepadanya, karena sang ayah beranggapan dia sudah mampu berdiri sendiri."Alhamdulilah sampai sekarang masih digemari warga Pekalongan baik yang tinggal disini maupun di luar kota," ujarnya. Sekarang tak hanya dirinya yang meneruskan usaha sang ayah namun juga dua orang adiknya.
Selain tauto Tjarlam, masih ada beberapa warung tauto atau soto khas pekalongan yang menjadi 'rujukan' para penggemar kuliner. Diantaranya Soto Kunawi di Jalan Teratai Kelurahan Klego, Soto H Damudji di jalan Wahid Hasyim dan Soto PPIP.

Thank's for reading and, bye for now! :D
Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Nasi Uwet Zarkasi, Olahan Daging Kambing Yang Menggoda Selera

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Selain Tauto, jika membicarakan kuliner khas Kota batik Pekalongan, maka mau tidak mau kita juga harus menyebut Nasi uwet.Membicarakan nasi uwet maka tak bisa lepas dari warung makan milik H Zarkasi di jalan Sulawesi No 25. Mengapa ?
Jawabanya Cuma satu : Nasi uwet memang identik dengan warung makan H Zarkasi. Meski di warung tersebut disediakan aneka ragam makanan lain yang juga menggoyang selera, namun nasi uwetnyalah yang paling khas dan tidak didapat di warung-warung lainya. Ada yang mencoba meniru namun tak pernah bertahan lama. Bahkan saudara kandung H Zarkasi yang juga mencoba peruntungan menjual menu yang sama, tak bisa bertahan lama.Kini warung makan nasi uwet H Zarkasi itu dikelola oleh anak-anaknya.Sekilas, nasi uwet bukanlah menu makanan yang istimewa.
Wujudnya seperti nasi biasa, kemudian diberi sayur, daging kambing dengan kuah berwarna cokelat. Daging kambing ditambah babat, jeroan diikat usus. Dibandingkan dengan gulai ada beberapa perbedaan. Gulai dagingnya hanya diiris biasa tanpa diikat dan kuahnya dengan santan. Tetapi uwet memasaknya tanpa santan, sehingga terasa segar. Daging diikat atau di ‘uwet’ itulah mungkin asal mula namanya.
Sesuai dengan kebiasaan orang Pekalongan, mereka tak puas bila tidak ditambah dengan megono (seperti gudangan gori yang diiris kecil-kecil dan diberi kelapa parut). Rasa khas segar tersebut, tentu saja membuat orang ketagihan. Sebab, nasi itu enak dimakan pada pagi, siang ataupun malam
Menurut salah seorang anak H Zarkasi yang kini mengelola warung makan itu. Zaenudin warung usaha ini sudah dimulai sang ayah sejak enam puluhan tahun lampau. “Nasi uwet itu kali pertama dibuat nenek saya, Maskanah kemudian Resep masakan itu diwariskan kepada tiga anaknya, salah satunya adalah H Zarkasi,” katanya. Dua pamannya sebenarnya juga sudah berusaha membuat nasi uwet, namun kenyataan tidak laku di pasaran. Mereka kemudian membuka warung dengan makanan khas yang lain.
Setiap hari warung yang banyak dikunjungi tamu baik dari dalam maupun luar kota ini buka mulai pukul 06.00 hingga pukul 14.00. Setelah istirahat tiga jam, dia membuka warungnya lagi pukul 17.00 dan baru tutup pukul 22.00. Anda penasaran ? silahkan mencoba dan harganyapun relative tak memberatkan kantong.

Thank's for reading and, bye for now! :D
Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Garang Asem Masduki

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
PODOSUGIH - Satu lagi makanan yang bisa dicicipi ketika berkunjung ke Kota Pekalongan yaitu Garang Asem Masduki. Berdiri sejak 1959, keberadaan Garang Asem Masduki telah dikenal di Kota Batik ini.
H Masduki membuka Garang Asem di daerah alun-alun atau tepatnya berada di dekat biro-biro travel. Hingga saat ini, tempat tersebut juga masih ada dan selalu melayani para pelanggan yang datang. Saat ini, pengelolaan tempat tersebut telah diambil alih oleh anak-anaknya. Bahkan Garang Asem Masduki juga telah membuka cabang di Jalan KH Mas Mansyur.
Menurut salah seorang pengelola Garam Asem Masduki, Slamet Sudiyono menjelaskan pembukaan cabang telah dilakukan sejak Oktober 2008 yang lalu karena melihat banyaknya pelanggan dan juga masyarakat yang datang untuk mencoba menikmati kelezatan Garang Asem Masduki.
Masakan Garang Asem Masduki yaitu berupa daging sapi yang dimasukkan ke dalam kuah yang telah diisi dengan bumbu-bumbu dapur dengan menambahkan cabe, bagi yang suka pedas dan tomat serta telor di dalamnya. Satu porsi Garang Asem Masduki saat ini Rp 15 ribu. "Kalau mau komplit dengan nasi dan minum, harganya hanya Rp 18.500 saja," bebernya.
Selain Garang Asem, di tempat tersebut juga disediakan menu-menu masakan lain sebagai alternatif pilihan bagi para pembeli yang datang. "Selain menu masakan Garang Asem yang menjadi andalan kami, juga disediakan jenis masakan lainnya sebagai pilihan lain," imbuhnya.
Untuk memuaskan pelanggannya, Garang Asem Masduki rencananya akan berpindah tempat dari Jalan KH Mas Mansyur menuju Jalan Jenderal Sudirman atau tepatnya di sebelah tempat bekas pemandian air panas. "Kami akan membuat konsep gazebo di luar sehingga bagi pelanggan yang ingin lesehan dan menikmati pemandangan di luar bisa diakomodir. Rencananya akan dilakukan pada 2013 nanti dan saat ini masih dalam tahap pembangunan," katanya.

Thank's for reading and, bye for now! :D
Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Sop Buntut Bu Leman

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
SOP BUNTUT - Satu porsi sop buntut Bu Leman yang ternyata mampu membuat Gubernur Jawa Tengah, H Bibit Waluyo untuk selalu datang mencicipinya setiap kali berkunjung ke Kota Pekalongan.
NOYONTAAN - Kelezatan sop buntut Bu Leman ternyata mampu memikat Gubernur Jawa Tengah, H Bibit Waluyo untuk menjadi salah satu pelanggan tetap di tempat tersebut. Hal itu diungkapkan oleh Pemilik Rumah Makan Bu Leman, H Sulaiman (65) yang mengaku telah mengelola tempat usahanya tersebut sejak tahun 1985 bersama isteri tercintanya, Hj Mina Fitri.
Menurutnya, H Bibit Waluyo beserta rombongan sering datang berkunjung ke tempatnya guna menikmati menu andalan yang disajikan yakni sop buntut. Selain itu, beberapa artis juga pernah berkunjung ke rumah makan tersebut seperti Ivan Gunawan, Ruben Onshu dan Dorce Gamalama. "Tempat saya telah beberapa kali kedatangan artis maupun para pejabat penting yang tertarik untuk menikmati menu andalan disini yakni sop buntut," bebernya.
Kelezatan sop buntut Rumah Makan Bu Leman terlihat dari sajian daging sapi yang dimasak dengan bumbu-bumbu dapur yang dituang ke dalam kuah bening. Namun penyajian juga bisa dinikmati kedalam cara yang lain karena terdapat dua menu sop buntut yakni sop buntut kuah dan sop buntut goreng. Satu porsi sop buntut kuah Bu Leman bisa dinikmati dengan harga Rp 28 ribu sedangkan sop buntut goreng Rp 33 ribu. "Untuk sop buntut goreng, daging digoreng dan dituang ke dalam mangkok yang berbeda dengan kuahnya. Para pengunjung bisa memilih berdasarkan selera masing-masing," katanya.
Selain sop buntut, sebenarnya Rumah Makan Bu Leman juga menyediakan menu lainnya seperti iga bakar, ayam goreng, sayur asem dan sop ayam. Usaha rumah makan Bu Leman, telah dirintis dari berdagang kecil-kecilan dengan menggunakan gerobak di sebelah terminal. Namun karena terus menerus mengalami perkembangan maka pada tahun 2000 akhirnya berhasil menempati bangunan di Jalan DR Wahidin 91D. "Tempat yang sekarang ini telah kami tempati selama 12 tahun. Dibantu oleh salah seorang anak perempuan saya, saat ini saya mengelola tempat ini. Empat orang anak saya yang lainnya bekerja di berbagai tempat dan salah satunya di Bandung," ujarnya.

Thank's for reading and, bye for now! :D
Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Lezatnya Kepala Manyung

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

KRAPYAK LOR - Menikmati Kepala Manyung yang disajikan dengan taburan berbagai macam rempah-rempah masakan akan membuatnya menjadi terasa lezat, seperti menu yang menjadi andalan di warung makan Nelayan Asli.
Pemilik warung makan Nelayan Asli, Mutaji mengatakan dirinya membuka warung tersebut sejak pertengahan tahun 2011, Nelayan Asli mencoba menawarkan hidangan Kepala Manyung kepada para pengunjung. Hal itu terjadi karena warung makan ini sendiri terletak di daerah pesisir. Walaupun begitu, menu-menu lain di luar olehan ikan juga turut disajikan di tempat ini.
Penyajiannya sendiri dilakukan dengan cara membelah ikan menjadi dua bagian yang kemudian dicuci dan direbus hanya dengan menggunakan garam dan jahe. Setelah itu, ditiris dan memasukkan bumbu yang berisi rempah-rempah untuk digoreng. "Perebusan pertama dilakukan untuk menghilangkan bau amis. Bumbu kemudian digoreng oseng setelah itu diberi kuah dan disajikan bersama Kepala Manyung tersebut," terangnya.
Beberapa menu lain yang juga disajikan di warung makan Nelayan Asli diantaranya adalah Sop Kaki Kambing khas Tanah Abang, Sate Kambing dan terdapat beraneka macam Juice. "Kami juga memberikan menu di luar olahan ikan karena tidak semua orang menyukai masakan laut. Kami ingin memudahkan pengunjung untuk memilih menu masakan," bebernya.
Warung makan Nelayan Asli ini sendiri terletak di depan Pom Bensin Makaryo Mino yang berada di Jalan Jlamprang menuju Jalan Slamaran Raya atau objek wisata Pantai tersebut. sumber

Thank's for reading and, bye for now! :D
Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Es Durian di Gubug Es Merah

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
LEZAT - Es durian disajikan dengan campuran kelapa muda yang ada di Gubug Es Merah, Jalan Merak, Kandang Panjang, cukup lezat untuk dinikmati pada siang hari.
KANDANG PANJANG - Kelezatan es durian yang ada di Gubug Es Merah, Jalan Merak ternyata cukup dikenal oleh masyarakat Kota Pekalongan dan sekitarnya. Hal itu terbukti dengan selalu ramainya tempat tersebut setiap harinya dengan dikunjungi oleh para pembeli.
Bahkan, seorang pengunjung tidak hanya sekedar bisa menikmati es durian saja namun juga bisa dikombinasikan dengan menu es lainnya seperti es durian dengan kopyor, alpukat, kelapa muda ataupun campur. Khusus es durian dengan kopyor dipatok dengan harga Rp 12 ribu sedangkan untuk kombinasi lainnya masing-masing berharga Rp 10 ribu permangkoknya.
Untuk makanannya, para pengunjung bisa menikmati pecel yang berisi sayuran dan bakwan ataupun soto sebagai pilihan santapan mereka. Walaupun berbeda warung namun masih satu kompleks dengan Gubug Es Merah.
Seorang pengunjung, Arif mengatakan dirinya telah beberapa kali menikmati kelezatan es durian di tempat tersebut. Biasanya ketika kesana dilakukan bersama dengan teman-temannya. "Saya sudah beberapa kali kesini, es duriannya cukup enak untuk dinikmati," jelasnya.
Sementara itu, penjual es durian Gubug Es Merah, Mieke menjelaskan jika keberadaan tempat tersebut telah ada sejak tahun 80-an. Hanya saja pada waktu itu, masih jualan es campur saja dan belum ada warung-warung lainnya.
Warung es Gubug Es Merah dirintis oleh Ibu Suswati yang merupakan mertuanya. Setelah cukup sukses dan terkenal maka warung-warung makanan kemudian mulai muncul, sejak awal tahun 2000-an. "Kami memang khusus berjualan es saja, selain es durian juga ada es alpukat, campur dan sirup. Kemudian warung-warung makanan kemudian mulai bermunculan. Pengelolanya juga masih merupakan orang-orang dekat keluarga," katanya. sumber

Thank's for reading and, bye for now! :D
Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Ziarah Makam Sayid Ahmad bin Abdullah bin Tholib Al Atas

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Pekalongan merupakan salah satu kota penting dalam penyebaran agama Islam di Pesisir Pulau Jawa. Tidak heran tokoh Islam yang berpengaruh dan dimakamkan di Kota Pekalongan. Salah satunya adalah Sayid Ahmad Bin Abdullah Bin Tholib Al Atas beliau adalah seorang Ulama Besar yang semasa hidupnya Sangat berjasa dalam merintis pendirian Pondok Pesantren di Pulau Jawa.
Makam beliau terletak di Jalan Irian Kelurahan Sapuro, Kecamatan Pekalongan Barat, sekitar 1000 Meter dari terminal bus Kota Pekalongan. Di Komplek Pemakaman juga terdapat Masjid Tua bernama ’MASJID AULIA”  yang dibangun pada tahun 1.113 / 1714 Masehi.
Para pengunjung adalah mereka yang ingin melakukan ritual ziarah makam, biasanya datang pada hari Kamis dan Jum’at.
Jumlah pengunjung mencapai puncaknya setiap tanggal 14 Sya’ban / Ruwah dimana diadakan acara Sya’banan atau lebih dikenal dengan istilah “KHOL” , ziarah makam dibuja untuk umum setiap hari, pengunjung datang dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari Malaysia dan Brunei Darussalam.
Jumlah pengunjung makam sulit untuk diketahui secara pasti, pada setiap Khol jumlah pengunjung bisa mencapai ribuan orang. Fasilitas yang tersedia bagi pengunjung di komplek makam ini adalah lahan parkir cukup luas, Masjid, Penginapan, Rumah Makan, Pedagang Souvenir dan lain-lain.

Thank's for reading and, bye for now! :D
Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Wednesday, 3 July 2013

Wisata Belanja

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
 
  
Kota Pekalongan yang dikenal sebagai Sentra Industri Batik, menyediakan daya tarik wisata belanja dengan tersebarnya grosir-grosir dan showroom batik unggulan di sepanjang jalan utama Kota Pekalongan. Ide pembuatan pasar grosir ini muncul setelah para pengusaha Batik di Kota Pekalongan membuat suatu perhimpunan atau perkumpulan pengusaha batik, di mana dalam pertemuannya muncul adanya gagasan untuk menyediakan suatu tempat usaha yang menjadi pusat pemasaran produk batik.
Keberadaan grosir dan show room batik sangat membantu pengusaha batik Kota Pekalongan dalam memasarkan produknya serta sangat memudahkan pembeli atau importir batik dari daerah lain dalam usahanya mencari produk batik yang mereka   inginkan. Para wisatawan yang menggunakan Bis-bis wisata dapat masuk dan berbelanja di kawasan grosir dengan nyaman serta dapat memilih harga dan motif yang bervariasi.

Thank's for reading and, bye for now! :D
Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Pantai Pasir Kencana

Assalamu'alaikum Wr. Wb.


Obyek Wisata Pantai Pasir Kencana merupakan Obyek Wisata Utama yang dimiliki Pemerintah Kota Pekalongan. Terletak berbatasan dengan Tempat Pelelangan Ikan atau Pelabuhan Perikanan Nusantara di Pantai Utara Jawa, dengan jarak tempuh 4,5 Km dari kota / stasiun kereta api, luas lahan pantai ini adalah 1,5 Ha. Obyek Wisata yang dikelola oleh Kantor Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pekalongan, ini dibuka untuk umum dari jam 06.00 wib – 21.00 wib. Fasilitas yang tersedia adalah mainan anak-anak dan taman bermain, panggung terbuka, koleksi satwa, bangku dan taman untuk bersantai, Becak Air, Cafe/ warung makan, Musholla, toilet dan Kamar Mandi Bilas, serta lahan parkir.

Obyek Wisata lain yang ada disekitar Pantai Pasir Kencana adalah adanya Krematorium, Pura dan tambak-tambak ikan serta Aquarium Ikan Laut yang ada di Pelabuhan Perikanan. Disini pengunjung dapat bersantai sambil menyaksikan matahari terbit / terbenam, aktivitas nelayan dan perahunya, bermain di taman, memancing, olah raga pantai atau sekedar menghirup udara pantai yang segar. Pengunjung biasanya paling banyak datang pada hari Minggu / Libur dan hari Jum’at pagi. Setiap pengunjung wajib membayar tiket masuk dengan harga sebesar Rp. 1.100,00 (hari biasa) ; Rp. 1.600,00 (hari Munggu/Libur) dan Rp. 2.100,00 (Malam Minggu) serta untuk semua tiket sudah termasuk Asuransi.
Last Updated (Monday, 18 July 2011 22:58)
  Thank's for reading and, bye for now! :D
Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Pantai Slamaran Indah

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Pantai Slamaran Indah terletak di sebelah timur Pantai Pasir Kencana, dibatasi oleh  muara Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan, dapat dicapai lewat muara pelabuhan dengan perahu pesiar dan lewat jalur darat dengan menggunakan angkutan umum sekitar 5 Km dari pusat kota atau terminal bus Kota Pekalongan. Sebagai daerah wisata, Pantai Slamaran memiliki pemandangan yang sangat indah, udara yang segar dan dapat pula disaksikan terbit dan terbenamnya matahari sehingga sangat menarik untuk dikunjungi.


Luas lahan Pantai Slamaran Indah sekitar 3,5 Ha, dilengkapi fasilitas lahan parkir yang luas, rumah makan, warung makan serta perahu sewa yang siap mengantarkan pengunjung berkeliling di sekitar Pantai Slamaran.

Harga tiket masuk sebesar Rp.  500,00 (hari biasa) ; Rp. 1.000,00 (hari Munggu/Libur) dan Rp. 2.000,00 (Malam Minggu) serta untuk semua tiket sudah termasuk Asuransi.


Thank's for reading and, bye for now! :D
Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Pekalongan Optimis Masuk 35 Besar Kota Kreatif Dunia

Assalamu'alaikum Wr. Wb.


Pekalongan (ANTARA News) - Wali Kota Pekalongan, Basyir Achmad menyatakan optimistis kota yang dipimpinnya akan masuk sebagai 35 kota kreatif dunia kategori "Kota Kerajinan dan Kesenian Rakyat".

"Kami optimistis Pekalongan akan masuk kota kreatif dunia," katanya di Pekalongan, Jumat.

Menurut dia, Kota Solo yang semula dinominasikan dengan kategori kota desain dan Yogyakarta sebagai kota kerajinan serta seni, gagal dalam seleksi sebagai kota kreatif oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

"Sedangkan Bandung dengan kategori kota kuliner tidak lengkap berkasnya sehingga tidak melanjutkan ke tahap berikutnya sebagai kota kreatif dunia," katanya.

"Jika berkas yang kami ajukan pada UNESCO disahkan maka Pekalongan akan masuk jaringan kota-kota kreatif dunia bersama 34 kota lainnya dari 18 negara," ujarnya melanjutkan.

Ia mengatakan bahwa setelah mendapatkan rekomendasi dari Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 25 Maret 2013, selanjutnya naskah pendaftaran Kota Pekalongan sebagai kota kreatif dunia dikirim ke Sekretaris UNESCO di Paris, Perancis.

"Selama ini, belum ada kota dari Indonesia yang masuk jaringan kota kretaif dunia sehingga jika tujuan ini berhasil maka akan membanggakan bangsa Indonesia," katanya.

Kota Pekalongan dikenal dengan industri batik dengan berbagai corak khas pesisir dan telah mendunia, ujarnya. Ini akan memberi peluang Pekalongan "Kota Batik" masuk dalam nominasi kota kreatif dunia.

sumber : www.antaranews.com

Thank's for reading and, bye for now! :D
Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Inovasi Kota Batik Menuju Kota Kreatif Dunia

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

TEMPO.COJakarta - Dengan semboyan BATIK (Bersih Aman Tertib dan Komunikatif), Kota Pekalongan yang dipimpin Wali Kota Dr HM Basyid Ahmad dan Wakilnya HA Alf Arslan Djunaid, SE, tidak pernah berhenti menggali potensi yang dimiliki. Selain batik sebagai kekuatan, sektor perikanan juga terus dikembangkan. Tak heran, jika Kota Pekalongan tidak hanya dikenal sebagai Kota Batik, namun juga Kota Minapolitan. Berbagai terobosan dilakukan hingga membuahkan beragam penghargaan baik lokal maupun internasional. Di antaranya, Museum Batik menjadi salah satu dari enam museum terbaik di dunia, serta diakuinya batik sebagai warisan budaya tak benda. Dalam upaya penataan pemukiman kumuh, mendapatkan penghargaan dari UN Habitat, sebuah badan di bawah naungan PBB. Penghargaan Adipura dan Upakarti pun berhasil diraih. Memasuki usia ke-107 pada 2013 ini, Kota Pekalongan mendaftarkan diri menjadi Kota Kreatif Dunia di samping Solo, Yogyakarta, dan Bandung, yang dicanangkan UNESCO. Pemkot telah menjalin kerja sama dengan tiga kota Kreatif Dunia dalam kategori kota kerajinan dan seni rakyat, yang meliputi Incheon (Korea Selatan), Kanzawa (Jepang) dan Santa Fe (USA). Dengan upaya ini diharapkan Kota Pekalongan bisa menjadi jaringan kota dunia, sehingga mudah untuk meningkatkan perekonomiannya.

 Thank's for reading and, bye for now! :D
Wassalamu'alaikum Wr. Wb