Tuesday, 25 June 2013

Sosial Budaya

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

  • Pendidikan, Kepemudaan dan Olah Raga
Pemerintah Kota Pekalongan menyadari bahwa pendidikan merupakan landasan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Melalui pembangunan pendidikan yang bermutu dan terjangkau oleh masyarakat, diharapkan akan berkorelasi positif bagi peningkatan sumber daya manusia diseluruh bidang kehidupan yang ada. Sehingga pada akhirnya akan memberikan kesejahteraan yang berkesinambungan setiap generasi, dengan kata lain pendidikan merupakan sarana transformasi sosial yang sangat stratergis untuk mensejahterakan masyarakat. Untuk itu pendidikan harus dikelola dengan baik dan benar.
Pembanguan pendidikan diarahkan pada :
  1. Peningkatan akses masyarakat untuk memperoleh pendidikan dasar dan menengah yang terjangkau dan bermutu memiliki daya saing regional maupun nasional. Oleh karena itu masyarakat kurang mampu tetap harus dapat bersekolah dengan pemberian keringanan dan atau pembebasam biaya pendidikan, dan bagi masyarakat yang mampu memberikan subsidi silang untuk pembiayaan pendidikan.
  2. Pencitraan dan tata kelola pendidikan yang akuntabel. Pengelolaan pendidikan dilaksanakan sengan Sistem Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dengan memperhatikan pertimbangan dari Komite Sekolah.
  3. Penanaman akhlak mulia, perilaku dan budi pekerti yang luhur memperhatikan budaya daerah yang agamis.
Jumlah Sekolah Umum di Kota Pekalongan Tahun 2009
No
Jenis Sekolah
Unit
Jumlah
1
TK
- Negeri
- Swasta
Unit
Unit
3
67
2
SD
-Negeri
-Swasta
Unit
Unit
99
25
3
SMP
-Negeri
-Swasta
Unit
Unit
17
9
4
SMA
-Negeri
-Swasta
Unit
Unit
4
6
5
SMK
-Negeri
-Swasta
Unit
Unit
3
8
6
Universitas
-Negeri
-Swasta
Unit
Unit
1
6
7
Extraordinary School
-Negeri
-Swasta
Unit
Unit

1
1
Sumber : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Pekalongan 2009

Di bidang pendidikan keagamaan, terdapat perbedaan yang cukup mencolok jika diperbandingkan antara sekolah negeri dan sekolah swasta. Terdapat 45 Madrasah Ibtidaiyah yang dikelola swasta, sementara tidak ada satupun madrasah ibtidaiyah yang berstatus negeri. Demikian pula pada jenjang di atasnya yaitu Madrasah Tsanawiyah, terdapt 7 Madrasah Tsanawiyah yang berstatus swasta dan tidak terdapat Madrasah Tsanawiyah negeri. Pada tingkat aliyah dan perguruan tinggi, tercatat 2 madrasah aliyah negeri dan 4 madrasah aliyah yang dikelola swasta serta terdapat 1 perguruan tinggi agama yang berstatus negeri dan tidak ada perguruan tinggi agama yang berstatus swasta.
Saat ini Kota Pekalongan terdapat 67 Taman Kanak – kanak yang berstatus swasta dan hanya 3 (tiga) TK negeri, sementara untuk Sekolah Dasar Luar Biasa terdapat 2 (dua) unit masing-masing 1 (satu) berstatus negeri dan 1 (satu) berstatus swasta. Jumlah SDLB ini dirasa kurang karena dengan wilayah Kota Pekalongan yang cukup luas banyak murid-murid dengan status “luar biasa“ belum tersentuh layanan pendidikan.
Pada jenjang pendidikan dasar, sekolah negeri jauh lebih banyak dibanding dengan sekolah swasta. Sekolah Dasar (SD) terdapat 99 SD Negeri dan 25 SD swasta. Untuk SMP terdapat 17 SMP Negeri dan 9 SMP Swasta. Sedangkan untuk SMA dan SMK jumlah sekolah swasta lebih banyak dibandingkan sekolah negeri, yaitu 4 SMA Negeri dan 6 SMA Swasta, 3 SMK Negeri dan 8 SMK Swasta. Demikian juga untuk perguruan tinggi, terdapat 6 perguruan tinggi Swasta dan 1 perguruan tinggi Negeri.

Jumlah Sekolah Keagamaan di Kota Pekalongan Tahun 2009
No
Jenis Sekolah
Unit
Jumlah
1
Madrasah Ibtidaiyah
- Negeri
- Swasta
Unit
Unit
-
45
2
Madrasah Tsanawiyah
-Negeri
-Swasta
Unit
Unit
-
7
3
Madrasah Aliyah
-Negeri
-Swasta
Unit
Unit
2
4
4
Universitas
-Negeri
-Swasta
Unit
Unit
1
-
Sumber : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Pekalongan, 2009

Saat ini, seiring dengan makin meningkatnya tingkat kedewasaan masyarakat, keberagaman kebudayaan yang ada di Kota Pekalongan tidak lagi menjadi masalah sosial yang berarti. Terdapat sedikitnya 4 suku/etnis yang menjadi warga Kota Pekalongan. Sebagian besar penduduk Kota Pekalongan adalah etnis Cina, kemudian etnis Arab dan terdapat sedikit etnis India. Demikian halnya dengan bahasa lokal yang digunakan, hampir semua etnis yang ada menggunakan bahas Jawa sebagai bahasa sehari-hari. Untuk organisasi kepemudaan tercatat ada 46 organisasi, hal ini bisa menjadi salah satu indikator dinamisnya kegiatan kepemudaan yang ada di Kota Pekalongan.
Pembinaan keolahragaan diarahkan pada upaya untuk menumbuhkan budaya dan kecintaan berolahraga guna meningkatkan kesehatan dan kebugaran, serta untuk meningkatkan prestasi, mendorong dan menggerakan masyarakat agar lebih memahami dan menghayati langsung hakekat dan manfaat olahraga sebagai kebutuhan hidup melalui gerakan memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat.
Salah satu upaya untuk mendukung langkah di atas, yaitu menumbuhkan budaya olahraga yang lebih luas bagi seluruh lapisan masyarakat khususnya generasi muda, menjadi aspek penting dalam peningkatan kualitas penduduk Kota Pekalongan baik jasmani maupun rohani.
Salah satu indikasi masih belum optimalnya pembinaan olah raga di Kota Pekalongan adalah masih belum optimalnya prestasi olah raga atlit Kota Pekalongan dalam berbagai event olahraga di tingkat regional maupun nasional. Hasil terakhir PORDA Jawa Tengah Tahun 2005, Kota Pekalongan menempati peringkat 32 dari 35 Kabupaten / Kota di Jawa Tengah. Kondisi demikan merupakan cermin nyata dari belum optimalnya pembinaan olah raga di Kota Pekalongan. Hal ini yang terkait dengan ini adalah masih belum adanya kebijakan yang jelas dalam kaitannya dengan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan atlit-atlit yang berprestasi.
Belum meratanya sarana prasarana olah raga, hal ini tercermin rendahnya kesempatan untuk beraktifitas olahraga karena semakin berkurangnya lapangan dan fasilitas untuk berolahraga di tingkat kelurahan, dan lemahnya koordinasi lintas lembaga dalam hal penyediaan ruang publik untuk lapangan dan fasilitas olahraga yang memenuhi standar latihan bagi masyarakat umum dan tempat pemungkiman. Untuk memfasilitasi kegiatan olah raga daerah terdapat 2 tempat olah raga berstandar nasional, yaitu kolam renang dan stadion sepak bola.
  • Kesehatan
Pemerintah Kota Pekalongan terus berusaha untuk meningkatkan kualitas lingkungan bagi warganya. Dengan visi tersebut diharapkan pada masa mendatang terwujud lingkungan yang komdusif bagi terwujudnya keadaan sehat dan sejahtera yaitu lingkungan yang bebas dari polusi, tersedianya air bersih, sanitasi lingkungan yang memadai, perumahan dan permukiman yang sehat, perencanaan kawasan yang berwawasan kesehatan serta terwujudnya kehidupan masyarakat yang saling tolong menolong dengan memelihara nilai-nilai budaya. Hal ini sejalan Visi pembangunan kesehatan Kota Pekalongan “Terwujudnya Masyarakat dan Lingkungan Kota Pekalongan Sehat 2010.”
Sumber daya manusia (SDM) merupakan subyek sekaligus objek pembangunan, mencakup seluruh siklus hidup manusia sejak kendungan hingga akhir hayat. Oleh karena itu upaya untuk meningkatkan kualitas manusia menjadi salah satu perhatian utama Pemerintah Kota Pekalongan. Masalah utama dibidang kesehatan yang menyebabkan rendahnya derajad kesehatan masyarakat adalah kesulitan akses terhadap layanan kesehatan dasar, kurangnya pemahaman terhadap perilaku hidup sehat, dan kurangnya kemampuan masyarakat terhadap layanan kesehatan reproduksi.
Masalah utama tersebut umumnya dialami oleh masyarakat miskin. Hal ini disamping karena kurangnya pemahaman terhadap perilaku hidup sehat, juga karena rendahnya kemampuan masyarakat miskin dalam masyarakat miskin dalam mengakses layanan kesehatan yang berkualitas.
Pemanfaatam rumah sakit sebagai sarana layanan kesehatan utama cenderung masih didominasi oleh masyarakat golongan mampu, sedang masyarakat miskin cenderung memanfaatkan pelayanan di Puskesmas. Oleh karena itu Pemerintah Kota Pekalongan secara bertahap melaksanakan pemberdayaan Puskesmas sebagai salah satu sarana pemenuhan layanan kesehatan bagi masyarakat miskin.
Keberadaan fasilitas kesehatan merupakan salah satu indikator tingkat kesehatan (weathly) penduduk suatu wilayah. Kota Pekalongan memiliki berbagai fasilitas kesehatan, baik yang disediakan oleh Pemerintah Daerah maupun pihak wisata. Fasilitas kesehatan ini terdiri dari rumah sakit, puskesmas, posyanandu dan sebagainya, yang merupakan pelayanan kesehatan publik utama yang didukung oleh keberadaan fasilitas kesehatan semi publik seperti dokter dan bidan.
Pelayanan kesehatan, terutama bagi warga masyarakat miskin, mendapat perhatian yang serius bagi Pemerintah Kota Pekalongan. Dengan 11 unit Puskesmas induk dan 28 unit Puskesmas Pembantu serta 11 Puskesmas keliling. Pemerintah Kota Pekalongan berusaha untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. Saat Kota Pekalongan memiliki 5 unit rumah sakit milik swasta dan sedang dibangun satu rumah sakit Pemerintah untuk makin meningkatkan pelayanan dibidang kesehatan.
Fasilitas kesehatan lainnya di Kota Pekalongan adalah gudang farmasi 1 unit, apotek 43 unit serta 14 unit toko obat. Sedangkan untuk tenaga kesehatan terdapat 45 orang dokter spesialis, 118 orang dokter umum, 19 orang dokter gigi, 221 orang perawat dan 59 orang bidan.
  • Keagamaan
Pembangunan bidang keagamaan merupakan upaya untuk memenuhi hak dasar, yaitu memeluk agama dan beribadat menurut keyakinan masing-masing sebgaimana diatur UUD 1945 Bab XI 29 ayat (1) dan (2), yang menegaskan bahwa “ Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap peduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu.“
Pembangunan agama merupakan upaya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara utuh, terutama dalam dimensi spritual, sehingga kesejahteraan rakyat yang terwujud tidak semata-mata bersifat material. Sekalipun demikian, dalam konteks pelaksanaan otonomi daerah, secara normatif urusan pemerintahan dalam bidang agama sebenarnya merupakan salah satu urusan yang menjadi kewenangan dan tanggung jawab pemerintah pusat. Oleh karena itu, pelaksanaan pembangunan dibidang agama secara normative lebih dominan dilaksanankan oleh Pemerintah Pusat melalui Kantor Depag Kota Pekalongan.
Namun demikian, oleh karena pada dasarnya pembangunan agama merupakan bagian integral upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang dilakukan pemerintah Kota Pekalongan, maka pembangunan bidang agama tetap merupakan salah satu agenda penting dalam pembangunan daerah Kota Pekalongan. Hanya saja dalam hal, peranan yang dilakukan Pemerintah Kota lebih merupakan upaya fasilitasi dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan beragama sesuai dengan kewenamgan dan kemempuan Pemerintah Kota Pekalongan. Kota Pekalongan dikenal sebagai salah satu kota dengan tingkat religiusitas yang cukup tinggi, terutama yang berbasis agama Islam. Ini bisa ditunjukan dengan banyaknya jumlah pondok pesantren yang ada yakni 42 buah dengan jumlah santri mencapai 4.550 orang. Keberagaman pemeluk agama tidak lagi menimbulkan permasalahan menunjukan makin kondusifnya Kota Pekalongan. Jumlah pemeluk agama Islam mencapai 286.060 jiwa, Kristen 6.127 jiwa, Katolik 4.712, penduduk beragama Hindu berjumlah 2.009, beragama Budha 1.859 serta lain-lain sebanyak 630 jiwa. Untuk memenuhi kebutuhan peribadatan, di Kota Pekalongan terdapat berbagai jenis tempat ibadah berupa masjid 104 unit, musholla 624 unit yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Pekalongan. Sedangkan jenis fasilitas peribadatan lain berupa gereja sebanyak 13 unit yang berada di Kec. Pekalongan Barat, Pekalongan Timur dan Pekalongan Utara; Oura 1 unit di Kec. Pekalongan Utara; vihara 4 unit di Kec. Pekalongan Timur dan Pekalongan Utara dan klenteng 1 unit di Kec. Pekalongan Utara.


  Thank's for reading and, bye for now! :D
Wassalamu'alaikum Wr. Wb

No comments: