Friday, 21 June 2013

Pilih Bekal atau Jajan?

Assalamu'alaikum Wr. Wb.



Siapa yang tidak pernah mendapat uang jajan? Pasti tidak ada.
Menurut penelitian Indonesia Hottest Insight , 99 persen anak Indonesia mendapat uang saku saat ke sekolah. Ada yang uang sakunya lima ribu, ada juga yang lebih dari itu. Selain jajan di sekolah, 51 persen anak-anak juga suka jajan di minimarket.
Jajan di minimarket, relatif aman, karena produk yang dijual sudah melalui sertifikasi badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) dan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Yang perlu dicermati tinggal kemasannya. Apakah masih utuh atau sudah rusak dan apakah exp date atau tanggal kadaluwarsa belum lewat? Sebab, makanan dalam kemasan yang rusak atau sudah kadaluwarsa kemungkinan besar sudah tidak higienis bahkan rusak. Tentu, makanan yang rusak atau kadaluwarsa ini bisa membahayakan tubuh kita.
Makanan yang mengkhawatirkan justru yang sering kita temukan dijual oleh abang-abang atau ibu-ibu di depan sekolah.
Menurut penelitian, lebih 70 persen makanan yang dijual ini dibuat tanpa memenuhi persyaratan kesehatan. Bahkan, penelitian badan POM dan Institut Pertanian Bogor menemukan 35 persen jajanan anak di sekolah ini tidak sehat untuk dikonsumsi. Tidak sehatnya jajanan ini dipengaruhi beberapa faktor.
Pertama, proses pembuatannya yang tidak higienis. Misalnya, bahan tidak dicuci bersih, wadahnya kotor, dan tempatnya jorok.
Kedua, orang yang membuat kadang sedang tidak sehat. Misalnya, pedagang sedang sakit flu, batuk, atau kena penyakit asma.
Ketiga, pemakaian bahan-bahan berbahaya yang tidak layak dikonsumsi. Seperti, zat pengawet, zat pewarna tekstil, zat pemanis buatan, dan lainnya.
Keempat, tempat berjualan kadang tidak higienis. Biasanya makanan dijual di tempat terbuka sehingga mudah dihinggapi lalat dan terkena debu.
Jajan memang lebih praktis dibanding membawa bekal. Ibu tidak perlu repot bangun pagi untuk memasak dan nyiapin bekal kita. Kita juga tidak perlu ribet menaruh bekal di tas. Juga, tidak perlu repot mencuci wadah
Akan tetapi, mengingat tingkat kebersihan dan kurang amannya jajanan itu, lebih baik kita mau repot sedikit menyiapkan bekal, tetapi makanan yang kita konsumsi dijamin aman dan bersih.
Selain itu, dengan bekal kita bisa menyiapkan menu-menu makanan yang bervariasi dan sesuai dengan selera kita.
Menu makanan yang bervariasi menjamin gizi makanan bisa terpenuhi dan seimbang. Karena tubuh mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang, maka otak akan bekerja dengan baik, sehingga kita tambah pintar.
Sebaliknya, kalau kita jajan dan jajan terus, tubuh kita bisa sakit karena mengkonsumsi jajanan yang kurang aman dan kurang higienis.
Jadi, mau pilih mana? Badan sehat dan otak cerdas karena bawa bekal atau masih mau sakit karena jajan? Pasti pilih bawa bekal, dong!
Bagaimana, apakah kamu pernah punya pengalaman sedih atau sakit karena jajan sembarangan? Yuk, kita twit 1 pengalaman sedih atau sakit karena jajan sembarangan, karena pengalamanmu ini bisa menginspirasi orang lain untuk membawa bekal ke sekolah, sehingga tidak lagi jajan sembarangan.
Caranya, follow ke Twitter @AyoBawaBekal  dan twit dengan menggunakan #AyoBawaBekal . Kita juga boleh twit pic juga, lo!
Gerakan Ayo Bawa Bekal didukung oleh Tupperware


Thank's for reading and, bye for now! :D
Wassalamu'alaikum Wr. Wb

No comments: