Thursday, 27 June 2013

Tag dari Nisa (knsalsabila)

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Ups.. aku dapet TAG!! Kangen banget ngerjain tag. Terakhir aku ngerjain tag itu.. kapan ya? Udah lama banget pokoknya. Jadi, aku happy banget dapet tag. Hehe..  Oiya, tag ini from Nisa. Cekidot!

1. Write 11 thing about yourself
2. Answer the questions who tagged you
3. Create 11 questions who you tag
4. Choose 11 bloggers you tag and linked them
5. You not allow to tag me back *Oh NO!

Answer :


11 facts about me

1. Nickname-ku di dunia nyata Ibra (Meskipun kadang aku suka dipanggil Vian sama beberapa orang)
2. Aku suka main Pottermore. Nickname-ku di Pottermore adalah Silver Floo.
3. Umurku sekarang 14 tahun *18 Mei 2013
4. Suka banget baca buku terutama karangan Meg Cabot.
5. Hobiku menulis dan nge-desain blog.
6. Hobi nyepam di twitter :P
7. Benci orang yang bilang KEPO.
8. I'm haters of Coboy Junior.
9. Blog ini adalah blog ke sekian dari sekian banyak blog yg telah kubuat tapi tidak kuurus.
10. Jika ada film bagus, aku bisa ngelembur sampe gak TIDUR!
11. Suka makan krupuk usek pake sambel ekstra cabe ijo! Terus habis itu kepedesan..

11 Questions from Nisa

1. Nama panggilan kamu di rumah?
2. Umur kamu berapa?
3. Menurutmu, kamu itu feminin / tomboi?
4. Tipe sahabat yang kamu sukai?
5. Lebih suka es krim / coklat?
6. Barang yang kamu inginkan saat ini?
7. Suka artis Korea nggak? Kalau suka sebutkan namanya (1)
8. Suka baca fanfiction nggak?
9. Lebih suka LINE / KakaoTalk? Berikan alasannya
10. Sekarang kamu tinggal di kota apa?
11. Suka memasak / dimasakin orang?

My Answer

1. Vian
2. 14 tahun *18 Mei 2013
3. Aku cowok.
4. Hmm.. pokoknya yang mau mengerti.
5. Dua-duanya suka! Tapi aku lebih ke es krim.
6. BlackBerry/Android *siapa yang mau beliin?
7. No no no.. gak ada yang suka.
8. BANGET!
9. Kayaknya KakaoTalk. Soalnya ada fasilitas telpon gratis gitu..
10. Pekalongan.
11. Dua-duanya!

11 Questions by Ibra

1. Nama panggilan kamu yang paling aneh?
2. Lahir dimana?
3. Punya twitter? Suka ngespam gak?
4. Benci sama spammer gak?
5. Suka makan krupuk?
6. Suka Harry Potter atau enggak? Alasannya?
7. Sejak kapan kenal blog?
8. Blog pertama kamu apa?
9. Dari mana kamu kenal bisa aku?
10. Kenapa mau ngisi questions dari aku?
11. Menurutmu, aku ini orangnya gimana?

Korban Tag-ku adalah..

Sora, Salma Salsabila, Aulia, Valent, Diva, Dian, hmm.. selanjutnya siapa ya? KAMU aja deh! Yang baca ini berarti wajib ngerjain tag ini. Kalau kalian udah selesai ngerjain tagnya, kasih aku linknya di comment/guestbook ya. Makasih :D

Thank's for reading and, bye for now! :D
Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Cara Kerja Membatik Tulis

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Cara pelekatan malam dengan canting tulis :

a. Siapkan alat dan bahan (alat dan bahan pembuatan batik tulis : disini)
b. Panaskan malam pada wajan dengan pemanas kompor sampai meleleh
c. Ambil malam dalam wajan dengan canting tulis
d. Goreskan pada kain sesuai motif
e. Jika hasil goresan mlobor berarti malam terlalu panas
f. Jika malam tidak tembus berarti malam kurang panas
g. Jika tidak mblobor dan tembus berarti malam sudah pas.


Thank's for reading and, bye for now! :D
Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Alat dan Bahan untuk Membatik Tulis

Assalamu'alaikum Wr. Wb.


Batik tulis adalah batik yang dikerjakan dengan canting tulis.
Berikut alat dan bahan yang digunakan untuk membatik tulis :

a. Canting tulis : Terbuat dari tembaga, merupakan alat pokok untuk membatik.

Macam-macam canting tulis :
- Canting klowongan tunggal / cucuk satu
- Canting loron / cucuk dua
- Canting telon / cucuk tiga
- Canting prapatan / cucuk empat
- Canting liman / cucuk lima
- Canting byok / cucuk tujuh
- Canting galaran / berjajar genap

b. Kain Putih : Sebagai media untuk membatik. Kain putih mempunyai beberapa nama yaitu :

- Blaco
- Mori Biru
- Mori Prisma
- Mori Primisima
- Sutra Alam (dari atas kebawah merupakan kualitas terendah ke kualitas terbaik)


c. Malam / Lilin Batik : Sebagai perintang warna dalam proses pembatikan merupakan campuran dari beberapa macam komponen bahan lilin seperti :

- Gondorukem
- Dammar
- Mata kucing
- Paraffin
- Mikro Wax
- Lilin lebah
- Lemak binatang
- Minyak kelapa

Lilin dengan titik leleh tinggi pemakaian gondorukem dan dammar. Mata kucing harus sedikit mungkin.



Macam-macam malam/lilin batik :
- Malam tulis
- Malam cap
- Malam remekan

d. Gawangan : Berguna untuk membentangkan kain mori agar mudah dibatik.


e. Dingklik (kursi) : Untuk duduk.

f. Wajan : Alat yang digunakan untuk mencairkan malam dari logam.

g. Kompor : Alat perapian sebagai pemanas malam.


h. Tonyok / Jegol : Jegol mirip dengan kuas, dibuat dari kumpulan benang, gunanya untuk menutup blok besar.

i. Kuas : Untuk membatik gaya abstrak.

j. Taplak : Untuk melindungi pakaian / bahan dari tetesan malam.



Thank's for reading and, bye for now! :D
Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Tuesday, 25 June 2013

No. Telp Penting

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
1. Rumah Sakit
RUMAH SAKIT
RSUD BENDAN
(0285) 437222
RSUD KRATON
(0285) 420118
RS BUDI RAHAYU
(0285) 423491
RS SITI KHOTIJAH
(0285) 422845

2. Hotel
HOTEL
PEKALONGAN
(0285) 421021
HAYAM WURUK
(0285) 422823
INDONESIA
(0285) 422732
NIRWANA
(0285) 392100
SYARIAH
(0285) 422446

3. Travel
TRAVEL
DRAGON
432244
NUSANTARA
431636
MUTIARA
420288
PERSADA
4416277

4. Kepolisian
KEPOLISIAN
POLRES PEKALONGAN UTARA
(0285) 421692
POLRES PEKALONGAN BARAT
(0285) 422321
POLSEK BUARAN
(0285) 422958
POLSEK PEKALONGAN SELATAN
(0285) 432429
POLSEK TIRTO
(0285) 422047
POLSEK PEKALONGAN UTARA
(0285) 422669
POLSEK PEKALONGAN TIMUR
(0285) 421031
SATLANTAS PEKALONGAN KOTA
(0285) 422141
SIAGA SATRESKIM PEKL KOTA
085747528686
POS LANTAS THR
(0285) 434585
POS LANTAS GROGOLAN
(0285) 422838
UNIT LAKA LANTAS POLRES PEKL KOTA
(0285) 433228

5. Umum

PLN
(0285) 434785
STASIUN KA
(0285) 421161
PDAM
(0285) 421558
PLASA TELKOM
(0285) 427072
KPP PRATAMA
(0285) 422491
PEMADAM KEBAKARAN
(0285) 435301
POLISI
(0285) 421692
PEGADAIAN
(0285) 423629
PMI
(0285) 421580
TAXI
(0285) 7900507
PANDU SIWI SENTOSA
(0285) 429241
TIKI
(0285) 423316
JNE
(0285) 7903440
TAXI
(0285)7900507


Thank's for reading and, bye for now! :D
Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Peta Kota Pekalongan

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Thank's for reading and, bye for now! :D
Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Sosial Budaya

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

  • Pendidikan, Kepemudaan dan Olah Raga
Pemerintah Kota Pekalongan menyadari bahwa pendidikan merupakan landasan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Melalui pembangunan pendidikan yang bermutu dan terjangkau oleh masyarakat, diharapkan akan berkorelasi positif bagi peningkatan sumber daya manusia diseluruh bidang kehidupan yang ada. Sehingga pada akhirnya akan memberikan kesejahteraan yang berkesinambungan setiap generasi, dengan kata lain pendidikan merupakan sarana transformasi sosial yang sangat stratergis untuk mensejahterakan masyarakat. Untuk itu pendidikan harus dikelola dengan baik dan benar.
Pembanguan pendidikan diarahkan pada :
  1. Peningkatan akses masyarakat untuk memperoleh pendidikan dasar dan menengah yang terjangkau dan bermutu memiliki daya saing regional maupun nasional. Oleh karena itu masyarakat kurang mampu tetap harus dapat bersekolah dengan pemberian keringanan dan atau pembebasam biaya pendidikan, dan bagi masyarakat yang mampu memberikan subsidi silang untuk pembiayaan pendidikan.
  2. Pencitraan dan tata kelola pendidikan yang akuntabel. Pengelolaan pendidikan dilaksanakan sengan Sistem Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dengan memperhatikan pertimbangan dari Komite Sekolah.
  3. Penanaman akhlak mulia, perilaku dan budi pekerti yang luhur memperhatikan budaya daerah yang agamis.
Jumlah Sekolah Umum di Kota Pekalongan Tahun 2009
No
Jenis Sekolah
Unit
Jumlah
1
TK
- Negeri
- Swasta
Unit
Unit
3
67
2
SD
-Negeri
-Swasta
Unit
Unit
99
25
3
SMP
-Negeri
-Swasta
Unit
Unit
17
9
4
SMA
-Negeri
-Swasta
Unit
Unit
4
6
5
SMK
-Negeri
-Swasta
Unit
Unit
3
8
6
Universitas
-Negeri
-Swasta
Unit
Unit
1
6
7
Extraordinary School
-Negeri
-Swasta
Unit
Unit

1
1
Sumber : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Pekalongan 2009

Di bidang pendidikan keagamaan, terdapat perbedaan yang cukup mencolok jika diperbandingkan antara sekolah negeri dan sekolah swasta. Terdapat 45 Madrasah Ibtidaiyah yang dikelola swasta, sementara tidak ada satupun madrasah ibtidaiyah yang berstatus negeri. Demikian pula pada jenjang di atasnya yaitu Madrasah Tsanawiyah, terdapt 7 Madrasah Tsanawiyah yang berstatus swasta dan tidak terdapat Madrasah Tsanawiyah negeri. Pada tingkat aliyah dan perguruan tinggi, tercatat 2 madrasah aliyah negeri dan 4 madrasah aliyah yang dikelola swasta serta terdapat 1 perguruan tinggi agama yang berstatus negeri dan tidak ada perguruan tinggi agama yang berstatus swasta.
Saat ini Kota Pekalongan terdapat 67 Taman Kanak – kanak yang berstatus swasta dan hanya 3 (tiga) TK negeri, sementara untuk Sekolah Dasar Luar Biasa terdapat 2 (dua) unit masing-masing 1 (satu) berstatus negeri dan 1 (satu) berstatus swasta. Jumlah SDLB ini dirasa kurang karena dengan wilayah Kota Pekalongan yang cukup luas banyak murid-murid dengan status “luar biasa“ belum tersentuh layanan pendidikan.
Pada jenjang pendidikan dasar, sekolah negeri jauh lebih banyak dibanding dengan sekolah swasta. Sekolah Dasar (SD) terdapat 99 SD Negeri dan 25 SD swasta. Untuk SMP terdapat 17 SMP Negeri dan 9 SMP Swasta. Sedangkan untuk SMA dan SMK jumlah sekolah swasta lebih banyak dibandingkan sekolah negeri, yaitu 4 SMA Negeri dan 6 SMA Swasta, 3 SMK Negeri dan 8 SMK Swasta. Demikian juga untuk perguruan tinggi, terdapat 6 perguruan tinggi Swasta dan 1 perguruan tinggi Negeri.

Jumlah Sekolah Keagamaan di Kota Pekalongan Tahun 2009
No
Jenis Sekolah
Unit
Jumlah
1
Madrasah Ibtidaiyah
- Negeri
- Swasta
Unit
Unit
-
45
2
Madrasah Tsanawiyah
-Negeri
-Swasta
Unit
Unit
-
7
3
Madrasah Aliyah
-Negeri
-Swasta
Unit
Unit
2
4
4
Universitas
-Negeri
-Swasta
Unit
Unit
1
-
Sumber : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Pekalongan, 2009

Saat ini, seiring dengan makin meningkatnya tingkat kedewasaan masyarakat, keberagaman kebudayaan yang ada di Kota Pekalongan tidak lagi menjadi masalah sosial yang berarti. Terdapat sedikitnya 4 suku/etnis yang menjadi warga Kota Pekalongan. Sebagian besar penduduk Kota Pekalongan adalah etnis Cina, kemudian etnis Arab dan terdapat sedikit etnis India. Demikian halnya dengan bahasa lokal yang digunakan, hampir semua etnis yang ada menggunakan bahas Jawa sebagai bahasa sehari-hari. Untuk organisasi kepemudaan tercatat ada 46 organisasi, hal ini bisa menjadi salah satu indikator dinamisnya kegiatan kepemudaan yang ada di Kota Pekalongan.
Pembinaan keolahragaan diarahkan pada upaya untuk menumbuhkan budaya dan kecintaan berolahraga guna meningkatkan kesehatan dan kebugaran, serta untuk meningkatkan prestasi, mendorong dan menggerakan masyarakat agar lebih memahami dan menghayati langsung hakekat dan manfaat olahraga sebagai kebutuhan hidup melalui gerakan memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat.
Salah satu upaya untuk mendukung langkah di atas, yaitu menumbuhkan budaya olahraga yang lebih luas bagi seluruh lapisan masyarakat khususnya generasi muda, menjadi aspek penting dalam peningkatan kualitas penduduk Kota Pekalongan baik jasmani maupun rohani.
Salah satu indikasi masih belum optimalnya pembinaan olah raga di Kota Pekalongan adalah masih belum optimalnya prestasi olah raga atlit Kota Pekalongan dalam berbagai event olahraga di tingkat regional maupun nasional. Hasil terakhir PORDA Jawa Tengah Tahun 2005, Kota Pekalongan menempati peringkat 32 dari 35 Kabupaten / Kota di Jawa Tengah. Kondisi demikan merupakan cermin nyata dari belum optimalnya pembinaan olah raga di Kota Pekalongan. Hal ini yang terkait dengan ini adalah masih belum adanya kebijakan yang jelas dalam kaitannya dengan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan atlit-atlit yang berprestasi.
Belum meratanya sarana prasarana olah raga, hal ini tercermin rendahnya kesempatan untuk beraktifitas olahraga karena semakin berkurangnya lapangan dan fasilitas untuk berolahraga di tingkat kelurahan, dan lemahnya koordinasi lintas lembaga dalam hal penyediaan ruang publik untuk lapangan dan fasilitas olahraga yang memenuhi standar latihan bagi masyarakat umum dan tempat pemungkiman. Untuk memfasilitasi kegiatan olah raga daerah terdapat 2 tempat olah raga berstandar nasional, yaitu kolam renang dan stadion sepak bola.
  • Kesehatan
Pemerintah Kota Pekalongan terus berusaha untuk meningkatkan kualitas lingkungan bagi warganya. Dengan visi tersebut diharapkan pada masa mendatang terwujud lingkungan yang komdusif bagi terwujudnya keadaan sehat dan sejahtera yaitu lingkungan yang bebas dari polusi, tersedianya air bersih, sanitasi lingkungan yang memadai, perumahan dan permukiman yang sehat, perencanaan kawasan yang berwawasan kesehatan serta terwujudnya kehidupan masyarakat yang saling tolong menolong dengan memelihara nilai-nilai budaya. Hal ini sejalan Visi pembangunan kesehatan Kota Pekalongan “Terwujudnya Masyarakat dan Lingkungan Kota Pekalongan Sehat 2010.”
Sumber daya manusia (SDM) merupakan subyek sekaligus objek pembangunan, mencakup seluruh siklus hidup manusia sejak kendungan hingga akhir hayat. Oleh karena itu upaya untuk meningkatkan kualitas manusia menjadi salah satu perhatian utama Pemerintah Kota Pekalongan. Masalah utama dibidang kesehatan yang menyebabkan rendahnya derajad kesehatan masyarakat adalah kesulitan akses terhadap layanan kesehatan dasar, kurangnya pemahaman terhadap perilaku hidup sehat, dan kurangnya kemampuan masyarakat terhadap layanan kesehatan reproduksi.
Masalah utama tersebut umumnya dialami oleh masyarakat miskin. Hal ini disamping karena kurangnya pemahaman terhadap perilaku hidup sehat, juga karena rendahnya kemampuan masyarakat miskin dalam masyarakat miskin dalam mengakses layanan kesehatan yang berkualitas.
Pemanfaatam rumah sakit sebagai sarana layanan kesehatan utama cenderung masih didominasi oleh masyarakat golongan mampu, sedang masyarakat miskin cenderung memanfaatkan pelayanan di Puskesmas. Oleh karena itu Pemerintah Kota Pekalongan secara bertahap melaksanakan pemberdayaan Puskesmas sebagai salah satu sarana pemenuhan layanan kesehatan bagi masyarakat miskin.
Keberadaan fasilitas kesehatan merupakan salah satu indikator tingkat kesehatan (weathly) penduduk suatu wilayah. Kota Pekalongan memiliki berbagai fasilitas kesehatan, baik yang disediakan oleh Pemerintah Daerah maupun pihak wisata. Fasilitas kesehatan ini terdiri dari rumah sakit, puskesmas, posyanandu dan sebagainya, yang merupakan pelayanan kesehatan publik utama yang didukung oleh keberadaan fasilitas kesehatan semi publik seperti dokter dan bidan.
Pelayanan kesehatan, terutama bagi warga masyarakat miskin, mendapat perhatian yang serius bagi Pemerintah Kota Pekalongan. Dengan 11 unit Puskesmas induk dan 28 unit Puskesmas Pembantu serta 11 Puskesmas keliling. Pemerintah Kota Pekalongan berusaha untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. Saat Kota Pekalongan memiliki 5 unit rumah sakit milik swasta dan sedang dibangun satu rumah sakit Pemerintah untuk makin meningkatkan pelayanan dibidang kesehatan.
Fasilitas kesehatan lainnya di Kota Pekalongan adalah gudang farmasi 1 unit, apotek 43 unit serta 14 unit toko obat. Sedangkan untuk tenaga kesehatan terdapat 45 orang dokter spesialis, 118 orang dokter umum, 19 orang dokter gigi, 221 orang perawat dan 59 orang bidan.
  • Keagamaan
Pembangunan bidang keagamaan merupakan upaya untuk memenuhi hak dasar, yaitu memeluk agama dan beribadat menurut keyakinan masing-masing sebgaimana diatur UUD 1945 Bab XI 29 ayat (1) dan (2), yang menegaskan bahwa “ Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap peduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu.“
Pembangunan agama merupakan upaya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara utuh, terutama dalam dimensi spritual, sehingga kesejahteraan rakyat yang terwujud tidak semata-mata bersifat material. Sekalipun demikian, dalam konteks pelaksanaan otonomi daerah, secara normatif urusan pemerintahan dalam bidang agama sebenarnya merupakan salah satu urusan yang menjadi kewenangan dan tanggung jawab pemerintah pusat. Oleh karena itu, pelaksanaan pembangunan dibidang agama secara normative lebih dominan dilaksanankan oleh Pemerintah Pusat melalui Kantor Depag Kota Pekalongan.
Namun demikian, oleh karena pada dasarnya pembangunan agama merupakan bagian integral upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang dilakukan pemerintah Kota Pekalongan, maka pembangunan bidang agama tetap merupakan salah satu agenda penting dalam pembangunan daerah Kota Pekalongan. Hanya saja dalam hal, peranan yang dilakukan Pemerintah Kota lebih merupakan upaya fasilitasi dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan beragama sesuai dengan kewenamgan dan kemempuan Pemerintah Kota Pekalongan. Kota Pekalongan dikenal sebagai salah satu kota dengan tingkat religiusitas yang cukup tinggi, terutama yang berbasis agama Islam. Ini bisa ditunjukan dengan banyaknya jumlah pondok pesantren yang ada yakni 42 buah dengan jumlah santri mencapai 4.550 orang. Keberagaman pemeluk agama tidak lagi menimbulkan permasalahan menunjukan makin kondusifnya Kota Pekalongan. Jumlah pemeluk agama Islam mencapai 286.060 jiwa, Kristen 6.127 jiwa, Katolik 4.712, penduduk beragama Hindu berjumlah 2.009, beragama Budha 1.859 serta lain-lain sebanyak 630 jiwa. Untuk memenuhi kebutuhan peribadatan, di Kota Pekalongan terdapat berbagai jenis tempat ibadah berupa masjid 104 unit, musholla 624 unit yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Pekalongan. Sedangkan jenis fasilitas peribadatan lain berupa gereja sebanyak 13 unit yang berada di Kec. Pekalongan Barat, Pekalongan Timur dan Pekalongan Utara; Oura 1 unit di Kec. Pekalongan Utara; vihara 4 unit di Kec. Pekalongan Timur dan Pekalongan Utara dan klenteng 1 unit di Kec. Pekalongan Utara.


  Thank's for reading and, bye for now! :D
Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Monday, 24 June 2013

Demografi

Assalamu'alaikum Wr. Wb.


Jumlah Penduduk Kota Pekalongan pada tahun 2005-2009 mengalami peningkatan, tahun 2005 sebanyak 264.932 jiwa meningkat pada tahun 2009 menjadi 276.158 jiwa yang terdiri dari 134.332 jiwa laki-laki (48,64%) dan 141.826 jiwa perempuan (51,36%), jumlah rumah tangga adalah 82.473 KK. Rata-rata setiap rumah tangga terdiri dari 3 – 4 jiwa, termasuk kategori rumah tangga kecil. Rata-rata kepadatan penduduk sebesar 6.484 jiwa per Km², termasuk tingkat kepadatan tinggi dibandingkan dengan Jawa Tengah (1.002 jiwa).
Keadaan Penduduk Kota Pekalongan
Tahun 2004-2009
Indikator
2004
2005
2006
2007
2008
2009
Luas Daerah (Km²)
45,25
45,25
45,25
45,25
45,25
45,25
Jumlah Penduduk
264.932
267.574
268.470
271.990
273.911
276.158
Kepadatan Penduduk (per Km²)
5.855
5.913
5.933
6.011
6.053
6.484
Jumlah Rumah Tangga
66.092
66.556
66.778
67.200
67.675
82.473
Sumber: BPS Kota Pekalongan 2009



Distribusi penduduk per kecamatan tidak merata, di mana konsentrasi penduduk terbanyak terdapat pada Kecamatan Pekalongan Barat, yakni mencapai 87.905 jiwa. Sementara jumlah penduduk terkecil pada Kecamatan Pekalongan Selatan, yaitu sebanyak 51.354 jiwa. Sedangkan Kecamatan Pekalongan Utara sebanyak 72.625 jiwa, dan Kecamatan Pekalongan Timur sebanyak 64.274 jiwa. Perbandingan jumlah penduduk per kecamatan secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut ini.
NO
KECAMATAN
JENIS KELAMIN
JUMLAH
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
1
Pekalongan Barat
42649
45256
87905
2
Pekalongan Timur
30854
33420
64274
3
Pekalongan Selatan
25513
25841
51354
4
Pekalongan Utara
35316
37309
72625
JUMLAH
134332
141826
276158
Sumber : 'Kota Pekalongan Dalam Angka 2009' (Bappeda & BPS, 2010)

 Thank's for reading and, bye for now! :D
Wassalamu'alaikum Wr. Wb