Friday, 31 August 2012

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Halo guys! Ibra mau ngucapin SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1433 H, mohon maaf lahir batin ya! Ibra buat gambar nih, moga suka! :)



Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Tuesday, 14 August 2012

Kelas 8A

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

 

    Hai readers, udah lama aku nggak post. Aku mau kasih kabar, sekarang aku udah punya kelas baru. Aku masuk kelas Delapan A , dulu di kelas Tujuh A sekarang masuk Delapan A. Kelasku yang sekarang.. gimana ya masih bingung mau nyeritain apa. Oke, yang jelas nama kelasku adalah SEPEDA (Spenda Delapan A). Aku yang bikin singkatan itu, tapi kayaknya udah ada yang ngasih nama kelasku ini SEPEDA deh, aku gak begitu yakin. Warga kelas 8A sendiri sih, masih sering debat untuk menentukan singkatan kelas. Kalau kelas tujuh, nama kelasku macem-macem, tapi yang paling populer (dan mudah diinget) KETJOA (Kelas Tujuh A). Yang bikin singkatan KETJOA aku gak tau. Aku sih nurut-nurut aja. Di kelasku yang sekarang (kelas delapan) perempuan lebih banyak daripada laki-lakinya. Laki-lakinya ada dua belas sedangkan perempuannya ada delapan belas. Ini daftar struktur kelas secara singkat, padat, dan jelas.



  • Ketua Kelas : Muhammad Farhan.
  • Wakil : Muhammad Fatkhi.
  • Bendahara I : Salwa Salsabella.
  • Bendahara II : Vivian Ibra.
  • Sekertaris I : Adhinda Chantika.
  • Sekertaris II : Wita Ade Imestiya.



   Kalo voting aku sih, yang jadi bendahara itu, orang lain (nama gak aku sebutin ya!), tapi gak taunya, yang kepilih aku! Kelas ini lucu menurutku. Aku berharap di kelas delapan aku bisa jadi makin baik *amin*, makin pintar  (terutama dalam pelajaran Matematika) *amin*, dan makin berbakat nge-blog (?) *amin*, serta punya temen-temen yang makin baik juga *amin lagi*. Oke deh, segini dulu. Bye-bye.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Friday, 10 August 2012

Tag dari http://girlunderthedream.multiply.com/

1. Kamu siapa?
Vivian Ibra

2. Bagaimana perasaannya menjadi laki-laki?
Hmm,, bingung nih jawabnya, :)

3. Bagaimana perasaannya jadi gender minoritas mp? #maksudnya kan kebanyakan cewek, tuh#
Biasa-biasa aja juga, kan gak ada salaahnya tuh kita berteman dgn lawan jenis.

4. Sekarang lagi ngapa?
Lagi ngerjain tag ini :)

5. Kata yang paling disukai? #pertanyaan ga mutu#
hihi, maksud km kata atau kalimat, aku suka kata blog, Harry Potter, komputer, internet, dll. banyak pokoknya :)

Sunday, 5 August 2012

Anda Ramah Lingkungan?

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Menjadi Peduli Transportasi

  1. Hindari bepergian dengan pesawat terbang apabila jarak tempuh kurang dari 500 km.
  2. Tinggalkan mobil di rumah apabila melakukan perjalanan yang tidak jauh.
  3. Gunakan sepeda untuk perjalanan pendek, selain hemat energi, itu akan membuat Anda bugar!
  4. Gunakan kendaraan umum untuk perjalanan yang jauh. Transport umum merupakan cara terbaik untuk mengurangi emisi karbondioksida dari kendaraan.
  5. Lebih suka pakai mobil? Ajak rekan-rekan sejurusan untuk pergi bersama-sama.
  6. Bila Anda hendak membeli mobil, pertimbangkan untuk membeli kendaraan hemat bahan bakar dan ramah lingkungan. Selain menghemat uang, Anda turut berpartisipasi menyelamatkan Bumi dari CO2.
  7. Gunakan bahan bakar bebas timbal.
  8. Usulkan kepada Pemda untuk menyediakan kendaraan umum yang cepat, nyaman, dan ekonomis.
  9. Apabila harus menggunakan mobil, perhatikan hal-hal berikut:

-          Matikan mobil apabila menunggu lebih dari 30 detik

-          Cek tekanan ban mobil, karena apabila tekanan kurang 0,5 bar dari normal akan meningkatkan penggunaan bahan bakar sebesar 5%

-          Usahakan untuk tidak memanaskan mobil dalam posisi berhenti. Mobil akan lebih cepat panas apabila dikendarai, sehingga Anda akan menghemat bahan bakar

-          Hindari menggunakan rem secara mendadak karena mengonsumsi bahan bakar dengan cepat.

-          Turunkan bagasi apabila Anda tidak membutuhkannya lagi, karena 100 kilo beban akan menambah penggunaan 1 liter bahan bakar lebih banyak dalam jarak 100 km

-          Coba mengurangi jarak tempuh perjalanan kendaraan Anda tiap minggunya. Semisal, gunakan kendaraan antar jemput bersama untuk ke kantor atau ke sekolah.



Menjadi Peduli Hijau

Benar, menanam lebih banyak pohon akan menyerap karbondioksida dalam jangka pendek, tapi pepohonan ini juga melepas karbondioksida ketika mereka mati. Tapi ada alasan lain kenapa kita harus tetap menanam pohon:

  1. Menahan angin keras atau sebagai penahan panas sinar matahari langsung.
  2. Sebisa mungkin tanam pohon di halaman Anda. Lebih baik lagi menanam pohon yang sedikit menyerap air.
  3. Ketika memangkas rumput, lakukan dengan pisau tajam dan hanya ketika memang perlu dipangkas. Tidak perlu terlalu sering. Akhirnya, sirami rumput dan pepohonan dengan serentak. Semua tindakan ini mendukung gaya hidup hemat energi Anda.



Menjadi Peduli Organik

Bahkan dengan kecanggihan teknologi pertanian yang dimiliki Indonesia, kebanyakan petani masih menyemprotkan pestisida untuk melindungi hasil panen mereka setiap tahunnya.



Nah, ketika pestisida kimia digunakan untuk membunuh hama, zat ini juga membunuh mikroorganisme yang menahan karbon tetap berada di dalam tanah. Akhirnya, karbon terlepas ke udara sebagai CO2. Tanah tidak lagi subur secara alami dan pestisida menjadi kebutuhan tetap.



Dengan peduli pada produk organik, kita ikut “menolong” tanah menyimpan karbon dan mengurangi pelepasan CO2. Hal-hal lain yang bisa dilakukan adalah:

  1. Konsumsi makanan lokal. Jika produk makanan ini tak perlu didistribusikan dalam jarak jauh berarti lebih sedikit CO2 yang dikeluarkan mobil-mobil pengangkutnya.
  2. Konsumsi buah dan sayur mayur sesuai musimnya. Sekali lagi, kita turut menghemat biaya transportasi yang harus ditanggung sehingga kita tidak perlu membeli buah dan sayur mayur tersebut dengan harga mahal.
  3. Tanam buah dan sayur mayur kita sendiri di halaman. Tidak sesulit yang kita kira, kok.



Menjadi Peduli Daur Ulang

Terdengar mudah? Sebenarnya butuh lebih banyak energi untuk menghasilkan produk daur ulang dibanding membeli produk yang sama sekali baru. Bila Anda dan konsumen lain membeli produk daur ulang, harga produk ini akan menjadi lebih murah. Anda sudah menciptakan pasar tersendiri bagi produk-produk daur ulang. Sekaligus, mendukung gaya hidup ramah lingkungan.



Sebelum membeli, cek apakah produk yang hendak Anda beli terbuat dari bahan yang dapat didaur ulang. Bisa dilihat dari logo atau gambar pada kemasannya. Karena tidak semua produk daur ulang mencantumkan tanda, kita perlu tahu bahwa aluminium, kaleng, gelas kaca, dan karton kertas termasuk produk-produk yang bisa didaur ulang.



Menjadi Peduli Hidup Minimalis

Cara hemat paling efektif adalah pakai seperlunya. Hendak membeli sebuah produk? Beli yang benar-benar dibutuhkan. Tanpa Anda sadari, gaya hidup simpel membuat Anda lebih sedikit membeli. Semakin sedikit Anda membeli, semakin sedikit pula Anda menggunakan energi. Sederhana, kan? Bayangkan kalau perubahan gaya hidup simpel ini dilakukan semua orang. Hasilnya tentu saja besar.



Mau contoh nyata?

  1. Beli sekaligus banyak. Anda tidak membutuhkan bungkus banyak-banyak juga. Lebih sedikit energi? Pasti!
  2. Beli satu jenis produk, bukan dua atau lebih produk yang sama. Semisal, Anda hanya butuh sepasang sepatu, bukan dua atau tiga pasang sepatu dalam satu waktu.
  3. Buka-buka lemari pakaian Anda. Berapa banyak yang tak terpakai? Pilih dibiarkan saja atau sumbangkan kepada orang lain yang lebih butuh?
  4. Beli produk berkualitas yang tahan lama. Anda akan lebih sedikit membeli barang.
  5. Kreatif dengan barang-barang yang Anda gunakan untuk bekerja, bermain, dan bersenang-senang. Tak perlu membeli produk baru untuk memulai aktivitas. Gunakan yang Anda punya dengan kreatif.



Terakhir, yang paling simpel dan penting, buang sampah pada tempatnya.

We can make a difference.


sumber : klik disini

Sambil Gaul Hemat Kertas?

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Tanpa sadar, saat kita berjalan-jalan pun kita bisa membuang begitu banyak kertas! Berikut ini beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk menghemat kertas saat kamu sedang jalan-jalan:






  1. Jangan terima brosur/pamflet/kertas-kertas gratis lainnya yang tidak kamu butuhkan.
  2. Pakai tas kain yang kamu bawa dari rumah daripada memakai kantong kertas atau plastik saat berbelanja.
  3. Gunakan sapu tangan daripada menggunakan tissue.
  4. Gunakan serbet kertas di kafe sesedikit mungkin
  5. Ajak teman dekat atau orang-orang disekitar kamu untuk hemat kertas sehingga budaya positif ini akan dapat terus menyebar.
  6. Berdonasi ke organisasi lingkungan seperti WWF-Indonesia untuk mendukung upaya pelestarian lingkungan. Untuk info lebih lanjut, klik www.supporterwwf.org atau telepon 021-576 1070 (ext 103).


Hemat kertas adalah cara paling sederhana yang bisa kita kontribusikan untuk mengurangi kebutuhan membabat hutan alam. Dengan menghemat kertas, kita dapat mengurangi tekanan terhadap hutan alam, mengurangi penggunaan energi dan mencegah perubahan iklim, membatasi polusi air, udara, dan mengurangi sampah. Tahukah Anda, dari total hutan dataran rendah yang hilang di Sumatera antara tahun 1990 sd 2000, hampir 65-80% ditebang untuk membuka perkebunan dan hutan tanaman industri guna memproduksi bubur kertas untuk memenuhi kebutuhan kertas kita.

Ayo hemat kertas mulai sekarang, selamatkan hutan Sumatera!


sumber : klik disini

Hemat Listrik, Yuk!

Assalamu'alaikum Wr. Wb.


Hemat = Pakai Seperlunya

Bicara fakta, permintaan listrik di Indonesia terus meningkat, 10% – 15% per tahun.
Entah untuk kegiatan rumah tangga, perkantoran, dan industri.
Tapi, kok bisa 43% rumah tangga di Indonesia belum tersentuh listrik?
Nyaris separuh wilayah Indonesia!
Karena fasilitas listrik ini lebih banyak tersedot ke kota-kota besar.
Makin besar pendapatan ekonomi maka makin besar pula kebutuhan terhadap listrik.
Kalau sektor tenaga listrik tidak dikelola dengan baik, ancaman krisis listrik bisa terjadi dalam waktu dekat.


Apa pasokan listrik kita tidak mencukupi?

Ya, karena minimnya dana pembangunan pembangkit listrik dengan kapasitas memadai. Sebagai gambaran saja, pada bulan Oktober 2005 diperhitungkan cadangan listrik di Jawa – Bali hanya tinggal 120 MW (megawatt), sementara idealnya cadangan minimum yang harus tersedia 600MW. Jauh sekali bedanya! Akhirnya PLN harus menjalankan pemadaman listrik bergilir. Kita juga yang rugi, kan?


Ancaman krisis listrik ini harus diatasi
  1. Pemerintah perlu meningkatkan efisiensi kerja pembangkit listrik, mulai dari menghilangkan kebocoran pada proses penyaluran aliran listrik dari pembangkit sampai ke rumah-rumah. Intinya, pengelolaan listrik yang baik.
  2. Konsumen, seperti kita, harus ikut mendorong penyusunan kebijakan listrik yang efisien dan (yang paling penting) hemat listrik! Kapan lagi kalau bukan sekarang?

Pakai listrik seperlunya.
Kenapa harus menunggu krisis untuk menjadi pengguna yang bijak?

START SMART SAVING!

DI RUMAH
  1. Matikan lampu dan peralatan elektronik (televisi, komputer, stereo, mesin cuci, oven, hingga video game) bila tidak diperlukan.
  2. Jangan meninggalkan alat elektronik dalam keadaan stand-by. Mereka masih mengonsumsi listrik!
  3. Memasak air minum? Didihkan sekaligus dalam jumlah banyak, sesuai kebutuhan hari itu. Mau memanaskan air untuk membuat kopi atau teh? Ya, seperlunya saja.
  4. Perlu membeli mesin cuci, kulkas, mesin pencuci piring, atau oven, pilih model yang paling hemat energi yang mampu Anda beli. Memang harganya agak mahal, tapi hanya awalnya saja, kan? Anggap saja investasi, toh Anda tak perlu membayar tagihan mahal lagi.
  5. Nyalakan pemanas air listrik untuk mandi beberapa saat sebelum digunakan dan segera matikan bila tidak dipakai lagi.
  6. Bersihkan saringan penghisap debu. Saringan yang tersumbat menyebabkan motor bekerja lebih berat sehingga menggunakan lebih banyak listrik.
  7. Pasang pemanas tenaga matahari di atap rumah. Jadikan rumah Anda sebagai sumber tenaga!
  8. Pilih lampu yang tepat: daya dan ukuran sesuai dengan kebutuhan. Pemanfaatan cahaya alami yang optimal. Lampu dan rumah lampu dijaga selalu bersih.
  9. Ganti lampu yang Anda gunakan dengan lampu hemat energi. Lampu jenis ini menggunakan energi 80% lebih sedikit dan berumur sampai 10 kali lipat lebih panjang dibandingkan lampu biasa. Harganya memang lebih mahal, tetapi Anda dapat menghemat biaya listrik.
  10. Sesuaikan jumlah titik dan daya (Watt). Menggunakan banyak titik lampu dengan daya rendah akan lebih hemat energi dan baik untuk kondisi mata dibandingkan menggunakan 1 titik dengan daya besar.
  11. Jangan biarkan keran mengalir terus menerus. Air termasuk sumber daya yang perlu dihemat.
  12. Mandi dengan shower? Tidak perlu berlama-lama berdiri di bawahnya ketika air terus mengalir.
  13. Dan, bila Anda berpikir untuk pindah rumah, kenapa tidak pilih atau buat rumah yang ramah lingkungan?
> Lemari Es
  1. Pintu lemari es harus ditutup rapat dan hanya dibuka seperlunya.
  2. Jangan masukan makanan dan minuman yang masih panas kedalam kedalam lemari es karena akan membuat kulkas bekerja lebih berat.
  3. Jauhkan lemari es dari sumber panas.
  4. Isilah lemari es secukupnya.
  5. Bersihkan kondensor secara teratur.
  6. Konsumsi energi dari sebuah lemari es sama sekali tidak ada hubungannya dengan ukuran lemari es Anda. Sebagai gambaran, di pasaran, lemari es berukuran 400 liter akan mengonsumsi 106kWh/y. Lemari es model ini 5 – 15% lebih mahal namun akan menghemat energi dan uang Anda jauh lebih banyak. Biasanya produk ramah lingkungan ini berkualitas tinggi, tak perlu diservis sering-sering, dan tidak berisik.
  7. Hindari lemari es dengan kompartemen freezer yang tergabung dengan kompartemen lain karena ia kurang efisien. Jadi lebih baik pilih lemari es dua pintu dengan ukuran freezer sesuai kebutuhan. Makin besar freezer, makin besar pula konsumsi listrik Anda. Jangan lupa periksa tingkat konsumsi energi lemari es Anda yang ada di buku panduan.
> AC (Air Conditioning/pendingin ruangan)
  1. Matikan AC bila ruangan tidak digunakan.
  2. Atur suhu AC sesuai kebutuhan (sebaiknya tidak lebih dingin 5 derajat dari suhu luar), karena semakin dingin suhu semakin banyak energi listrik yang diperlukan.
  3. Hindari kebocoran udara luar.
  4. Pakailah timer switch untuk mengatur pemakaian sesuai kebutuhan.
> Mesin Cuci Listrik
  1. Gunakan mesin cuci hanya bila cucian Anda banyak.
  2. Gunakan mesin cuci sesuai dengan kapasitasnya, isi air sesuai petunjuk.
  3. Hindari penggunaan pengering listrik, gunakan panas matahari untuk pengeringan secara alami.
  4. Beli mesin cuci dengan konsumsi listrik kurang dari 0.9 kWh/siklusnya. Cek dalam labelnya.
  5. Jika menggunakan mesin pengering, pastikan mesin cuci Anda mampu berputar dalam kecepatan 1600 atau bahkan 1800 rpm. Mesin pengering dengan putaran lebih hemat dibanding mesin pengering dengan pompa pemanas.
  6. Mesin cuci yang efisien mampu menghemat air hingga 1.500 liter per tahun. Hemat listrik, hemat air, hemat biaya!
> Setrika Listrik
  1. Bersihkan bagian bawah sterika dari kerak/kotoran
  2. Gunakan setrika otomatis karena lebih hemat listrik
  3. Atur setrika listrik, sesuai dengan tingkat panas yang diperlukan.
> Mesin Pompa Air
  1. Gunakan pompa air untuk mengisi tempat penampungan air, bukan untuk menyalurkan air
  2. Gunakan penampung air otomatis sehingga aliran listrik akan terputus/pompa berhenti bekerja jika bak sudah penuh
  3. Gunakan air jika secara hemat dan cegah kebocoran air pada kran atau pipa.
> Komputer
  1. Untuk alasan praktis, pertimbangkan untuk membeli laptop dibanding desktop atau personal computer karena laptop  mengonsumsi listrik lebih sedikit 5 kali daripada desktop. Ketika Anda sudah memiliki desktop dianjurkan menggunakan layar monitor LCD dibanding CRT.
  2. Nyalakan fitur power management pada komputer Anda. Screensaver tidak menghemat energi. Jadi lebih baik pilih blank screensaver. Periksa apakah komputer Anda sudah mendukung fitur Speedstep™ power management yang lebih baru dan mendukung penggunaan energi secara efisien.
  3. Mematikan komputer Anda setiap kali tidak digunakan akan memperpanjang usia penggunaannya. Membiarkan komputer menyala sepanjang tahun akan memakan lebih dari 1,000 kWh/y, atau setara dengan total konsumsi listrik seluruh rumah.
  4. Gunakan sambungan kabel dengan satu steker untuk pemakaian komputer, modem, scanner, printer, monitor, speaker, atau stereo set Anda. Jadi Anda tinggal menekan satu tombol untuk mematikan semua alat elektronik. Praktis untuk memotong penggunaan listrik lebih dari 200 kWh/y. Anda tidak perlu menggunakan fitur “stand-by” sama sekali.
  5. Minimalisir mencetak data dengan kertas (printing), terutama dengan laser printer, karena menyerap listrik lebih banyak dibanding inkjet printer.


DI KANTOR/ SEKOLAH
  1. Matikan monitor komputer pada saat makan siang atau istirahat. Sebelumnya simpan dulu pekerjaan yang sedang menunggu diselesaikan.
  2. Pastikan semua peralatan kantor dimatikan ketika malam hari atau pada saat akhir minggu.
  3. Matikan layar komputer apabila sedang beristirahat makan siang.
  4. Matikan lampu ketika ruangan tidak digunakan.
  5. Hemat kertas (dan juga energi yang digunakan saat memproduksinya) dengan mencetak dikedua sisi dan dengan menggunakan kembali kertas bekas.
  6. Belilah perangkat kantor, seperti komputer, printer, dan mesin fotokopi yang hemat energi.
  7. Bila perlu, atur "energy audit" secara berkala untuk gedung Anda. Para ahli energi akan menganalisa kapan dan dimana saja terjadi pemborosan energi dan apa yang bisa dilakukan agar energi tersebut bisa digunakan secara lebih efisien. Audit ini biasanya gratis. Termasuk audit untuk proses produksi dan kendaraan yang dipakai oleh semua pemakai gedung.


HITUNG SENDIRI PEMAKAIAN LISTRIK ANDA

Biaya listrik = Total kWh (jumlah pemakaian listrik) x lama pemakaian dalam jam x Tarif Dasar Listrik (sesuai kelompok golongan)

Tarif Dasar Listrik (TDL) menurut www.pln.co.id
Golongan R1 (< 2200 VA), 1 kWh = Rp 320,- untuk pemakaian sampai dengan 20 kWh
Golongan R2 (2200 VA – 6600 VA), 1 kWh = Rp 575,-
Golongan R3 (>2200 VA), 1 kWh = Rp 621,-

Misalnya, untuk sebuah lampu berdaya 100 watt yang digunakan selama 10 jam setiap harinya, konsumen di kelompok R1 harus membayar :
= 0.1 kWh x 10 x 30 hari x Rp 305,- = Rp. 9,150,- sebulan.

Sementara apabila lampu tersebut diganti dengan lampu hemat energi berdaya 20 watt, konsumen hanya perlu membayar :
= 0.02 kWh x 10 x 30 hari x Rp 305,- = Rp. 1,830,- sebulan.

Ganti Lampu 100 watt dengan lampu 20 Watt untuk pemakaian 10 jam/hari.

 Coba dihitung:

  • Penghematan energi listrik/bulan:
  • (100W-20W) x 10 jam/hari x 30 hari = 2400 Wh = 2,4 kWh
  • Penghematan biaya/bulan:

    1. Tarif R1 (< 2.200 VA) = rata-rata Rp. 320,- /kWh
    2. 2,4 kWh x Rp. 320,- = Rp. 768,-
    3. Tarif R2 (2.200 – 6.600 VA) = Rp. 575,-/kWh
    4. 2,4 kWh x Rp 575,- = Rp. 1.380,-
    5. Tarif R3 (>6.600 VA) = Rp. 621,-/kWh
    6. 2,4 kWh x Rp 621,- = Rp.1,490,-

  • Emisi CO2 yang direduksi/bulan:
  • Koefisien emisi CO2 di Indonesia menurut IPPC (1998) = 781.2621 gram/kWh 2,4 kWh x 781.2621 gr/kWh = 1.875 g = 1,875 kg CO2
Ini baru 1 alat elektronik. Ada berapa alat elektronik di rumah Anda?

We can make a difference

sumber : klik disini