Monday, 19 December 2011

Awas, Demam Berdarah!

Pernahkah kamu merasakan demam selama lebih dari 3 hari? Badan terasa ngilu, gelisah dan tidak nafsu makan?

Tanda-tanda tersebut adalah salah satu gejala dari munculnya penyakit Demam Berdarah (DBD) . Selain itu masih ada beberapa gejala lainnya. Yuk, kita telusuri tentang penyakit DBD!

Dua Nyamuk Penyebab DBD!

Nyamuk

Foto: The Colouring

Penyakit DBD ditularkan oleh nyamuk yang membawa virus ke tubuh manusia. Makhluksi penyebab DBD bernama Aedes aegypti .

Tapi, ada yang perlu kita ketahui lagi, ternyata, masih ada teman si nyamuk yang ikut-ikutan menyebarkan virus, yaitu Aedes albopictus.

Bedanya, si nyamuk Aedes albopictus  aktif menghisap darah di sore hari, mulai dari jam 3-5 sore sedangkan si Aedes aegypti  bekerja di siang hari mulai dari jam 8-11 siang.

Kedua nyamuk tersebut mempunyai belang putih. Untuk jenis aegypti, belang-belang hitam putih bisa ditemukan di bagian punggung sementara untuk albopictus  ada di garis tengah tubuhnya.

Dua jenis nyamuk penyebab DBD beredar di dalam maupun luar rumah. Si aegypti  lebih suka bertelur dan berkembangbiak di dalam rumah. Nah, dia juga suka tempat-tempat yang gelap seperti tumpukan baju yang digantung dan sebagainya.

Kebalikannya, albopictus  lebih suka hidup di luar rumah, genangan air di dekat tanaman, serta bak penampung air yang ada di luar rumah.

Mereka baru mulai aktif menghisap darah manusia setelah melakukan proses kawin. Dalam waktu dua hari saja, setelah menghisap darah, nyamuk betina bisa bertelur dan berpeluang menjadi nyamuk pembawa virus DBD. Nah, kedua nyamuk inilah yang mesti kita hindari.

Ups, ini tandanya terkena virus DBD!

Wah, wah, jangan mau dekat-dekat sama nyamuk Aedes aegypti  dan Aedes albopictus , yah! Ketika mereka menghisap darah manusia, mereka akan menyebar virus DBD.

Menurut Pakar entomologi kesehatan, Ibu Dr.drh.Upik Kesumawati hadi, MS, setelah gigitan ketiga kali nyamuk aedes , manusia bisa tertular DBD.

Namun, yang perlu diingat, virus akan bekerja jika kondisi tubuh manusia itu dalam keadaan yang tidak fit (sehat).

Di dalam tubuh virus bekerja selama empat hari (masa inkubasi). Setelah itu, manusia akan merasakan gejala DBD seperti demam tinggi, lemas, gelisah, muntah-muntah bahkan kalau sudah parah bisa terjadi pendarahan atau mimisan.

"Kadang-kadang, DBD sering dikira penyakit typus. Soalnya, gejala demam dan mual juga muncul pada penderita typus. Supaya lebih akurat, dokter akan memeriksa jumlah trombosit melalui pengambilan darah. Jika jumlah trombosit jauh dari normal, bisa dipastikan pasien terkena DBD," jelas Ibu Upik yang ditemui saat Kampanye Demam Berdarah, Jakarta, Rabu (14/12).

Usir virus DBD, yuk!

kampanye demam berdarah

Yuk, jaga kebersihan tempat tinggal biar nyamuk bebas pergiFoto: Kidnesia

Nyamuk-nyamuk penyebab DBD bisa dibasmi, kok!

Asalkan, nih, kita rajin membersihkan genangan air yang ada di lingkungan sekitar supaya nyamuk pergi jauh-jauh dari tempat itu.

Oiya, yang perlu dibasmi bukan hanya nyamuk tetapi juga si jentik-jentik nyamuk yang akan tumbuh menjadi nyamuk dewasa. Mereka ini yang suka membawa virus DBD.

Kebiasaan menumpuk dan menggantung pakaian sembarangan bisa membuat nyamuk betah karena itu hindari kebiasaan ini, yuk! Kita lipat saja pakaian itu dan simpan di lemari.

Gigitan nyamuk bisa terjadi kapan saja tanpa kita sadari untuk mencegahnya kita bisa gunakan lotion anti nyamuk. Dengan begitu, si nyamuk akan pergi jauh-jauh menghindari bagian tubuh yang diolesi lotion tersebut. (Annisa/Kidnesia)


sumber : http://www.kidnesia.com/Kidnesia/Sekitar-Kita/Serba-Serbi/Awas-Demam-Berdarah

No comments: